Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Banjir Rendam Ratusan Rumah di 4 Kecamatan Situbondo, Warga Tidak Bisa Santap Sahur

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 19 Maret 2024 - 20:17 WIB
Anggota BPBD Situbondo didampingi warga Desa Kalimas, Kecamatan Besuki, mencari lokasi pembuangan banjir, Minggu malam (17/3) sekitar pukul 22.30 WIB.
Anggota BPBD Situbondo didampingi warga Desa Kalimas, Kecamatan Besuki, mencari lokasi pembuangan banjir, Minggu malam (17/3) sekitar pukul 22.30 WIB.

RadarSitubondo.id – Hujan dengan intensitas lebat mengguyur  Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur dan Desa Kalimas, Kecamatan Besuki, Situbondo, Minggu malam (18/3).

Akibatnya, sebanyak 228 rumah warga di dua Kecamatan, itu dimasuki banjir luapan air sungai. Selain itu, bangunan rumah dan sekolah juga rusak akibat longsor.

Banjir yang masuk ke dalam rumah mengakibatkan sejumlah warga kebingungan untuk sahur. Banyak dari mereka yang tidak sahur karena sulit memasak.

Sebagian ada yang sudah mengantuk sehingga tidak melaksanakan sahur.

“Keluarga dan tetangga saya tidak ada yang sahur. Tempat untuk mamasak sudah direndam banjir. Sebagian memang tidak santap sahur akibat semalaman menjaga banjir yang masuk ke rumah,” kata Rum,  salah satu warga Desa Lubawang, Senin (18/3).

Rum mengaku, banjir yang masuk ke rumah-rumah warga mencapai ketinggian lutut orang dewasa.

Keadaan semacam ini memang sering terjadi setiap tahun, khususnya ketika ada ada hujan intesitas lebat yang mengakibatkan sungai full dan meluap ke rumah-rumah warga.

“Yang masuk ke pemukiman warga ketinggian 50 centimeter, itu pun lebih banyak tanah dari pada airnya,” Katanya.

Dikatakan, meskipun desanya sudah menjadi langganan banjir setiap tahun, Rum mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak manapun.

Bahkan  banjir tahunan itu seperti tidak dicarikan solusi oleh pihak terkait.

“Harapan warga ya sungai saja dikeruk dan diperlebar. Kalau sungai yang sering meluap ini diatasi dengan serius tidak bakal ada banjir besar seperti ini lagi,” ujar Rum.

Koordinator BPBD Situbondo, Puriyono mengatakan, banjir yang menimpa dua kecamatan tersebut tidak sampai memakan korban luka maupun korban jiwa.

Namun, ratusan warga yang terdampak sulit untuk mencari tempat tidur akibat banjir masuk ke dalam rumah.

“Total rumah yang dimasuki banjir kurang lebih 228. Itu terhitung dari dua kecamatan yang terdampak banjir. Kalau kerusakan hanya menimpa tempat memasak dan banyak baju yang basah,” ungkap Puriyono.

Kata  dia, air yang masuk ke pemukiman warga sejak pukul 18.30. Air baru surut pukul 23.00, sehingga warga banyak yang tidak tidur untuk membersihkan lumpur yang sudah masuk ke rumahnya.

“Semalaman warga yang terdampak memang sulit untuk tidur, ada yang bersih-bersih rumah dari lumpur, ada juga yang menggali jurang untuk membuang banjir,” tegas Puriyono.

Selain banjir, tanah longsor menimpa rumah Amyani, 64, warga  Dusun Alas Pinang, Desa Sumberpinang, Kecamatan Mlandingan. 

Akibat insiden tersebut bangunan rumah semi permanen mengalami rusak sedang dengan kerugian Rp. 5 juta.

“Pondasi depan kelas SDN 3 Alas tengah, Kecamatan Sumbermalang,  juga rusak akibat longsor. kerugiannya lumayan besar kurang lebih Rp.150 juta,” pungkas Puriyono. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #banjir #santap sahur #hujan #longsor