Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Diajak ke Rumah Kosong Remaja 17 Tahun Dikeroyok Teman Kelasnya

Humaidi. • Jumat, 10 November 2023 | 00:00 WIB

 

KORBAN PENGEROYOKAN: M. Reza, 17, warga  Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, berbaring di rumah sakit umum daerah (RSUD) Situbondo, Rabu (8/11).
KORBAN PENGEROYOKAN: M. Reza, 17, warga  Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, berbaring di rumah sakit umum daerah (RSUD) Situbondo, Rabu (8/11).

RadarSitubondo,id. - M. Reza, 17, warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Situbondo, Rabu (8/11).

Siswa kelas 3 di salah satu lembaga pendidikan setingkat SMA di wilayah Kota itu menjadi korban pengeroyokan teman sekelasnya.

Kejadian mengerikan yang dialami Reza terjadi Selasa lalu (7/11). Dia mengalami luka terbuka pada pelipis kanannya.

Petaka yang dialaminya berawal dari selisih paham antara Reza dengan  AS, 17, dan kawan-kawanya pada saat jam sekolah. Nah, begitu pulang sekolah sekitar pukul 15.30, Reza diajak AS untuk berkelahi.

Reza dipaksa untuk ikut oleh AS ke sebuah rumah kosong, tepatnya di barat rumah sakit Elizabeth.

Setibanya di rumah kosong, Reza sempat cekcok untuk tidak main keroyok. Tak lama kemudian, pelajar nahas itu dipukul dari belakang.

Yang miris, reza dihajar oleh sepuluh orang lebih sehingga dia terjatuh dan tidak bisa melakukan perlawanan.

Usai dikeroyok, dia langsung diantarkan pulang oleh Anwar, teman Reza yang hanya melihat saat Reza dianiaya.

Melihat darah yang mengalir dari pelipisnya, orang tua Reza terkejut dan merujuk Reza ke RSUD Situbondo.

Reza langsung ditangani oleh tim medis. Luka di bagian wajahnya dijahit.

“Jahitannya kalau tidak keliru ada enam tujuh, lebam di bagian lengan, benjol pada dahi dan kepala bagian belakang, mata sebalah kanan juga merah akibat pukulan dan terus mengeluarkan air mata. Anak saya juga muntah darah, makanya harus rawat inap,” ungkap Dodik, ayah Reza.

Dikatakan, jika melihat kondisi Reza saat baru sampai rumah, dirinya sangat sakit hati. Sebab anaknya itu sudah berlumuran darah. Hidung dan mulutnya penuh dengan tanah dan pasir.

“Hidung anak saya berisi debu dan pasir, mungkin disumpal saat dikeroyok. Anarkis  namanya kalau sudah dikeroyok, apalagi sampai diseret ke rumah kosong, mau diapakan anak saya ini?,”kata Dodik.

Supriyono, SH. kuasa hukum Dodik menegaskan peristiwa tersebut sudah dilaporkan ke Mapolres Situbondo.

Selanjutnya tinggal menunggu proses yang dilakukan aparat penegak hukum  (APH) Polres Situbondo.

“Karena ini dilakukan oleh anak di bawah umur, saya rasa unit PPA Polres segera mengambil langkah memanggil pelaku. Kalau perlu dipanggil semua orang tuanya untuk dipertemukan dan diurus persoalannya,” kata Supriyono.

Kasihumas Polres Situbondo, Iptu Achmad Sutrisno sudah menerima laporan pengeroyokan itu. Pihaknya juga sudah menjenguk pasien di RSUD dan melakukan pemeriksaan terhadap korban.

“Kami masih memanggil beberapa pelaku yang sudah tercatat namanya. Karena ini urusan anak, saya belum bisa memberi keterangan banyak,” tutup Sutrisno. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #polres situbondo #Penganianayaan