RadarSitubondo.id - Sebuah masjid berukuran 8 x 9 meter di Dusun Curah Saleh, Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo akan segera dibangun.
Minggu(18/2), pohon-pohon besar di lokasi pembangunan sudah ditebang. Patok arah masjid juga sudah ditentukan oleh KH. Ubat Yamin, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam.
Pantauan RadarSitubondo.id, KH. Ubat Yamin tampak semringah begitu ada di lokasi pematangan lahan.
Pengasuh Pondok Pesantren itu, langsung memberikan garis penentu arah kiblat masjid.
Untuk menentukan arah kiblat juga tidak sembarangan. KH. Ubat harus mendatangi satu masjid dan dua musala. Ini untuk mencocokkan arah kiblat menggunakan kompas.
Begitu sudah ada keyakinan tentang arah kiblat, KH. Ubat Yamin langsung memberikan tanda di lahan masjid yang baru.
“Luar biasa kiai. Benar-benar hati-hati untuk menentukan arah kiblat. Untuk memberi tanda kiblat saja, harus membandingkan dengan masjid dan dua musalah yang sudah lama berdiri,” kata Yayan, humas tambang CV. Lintang Timur Jaya.
Kata dia, selain memberikan petok arah kiblat, KH. Ubat juga memberi nama masjid yang diambil dari nama pemilik tambang CV. Lintang Timur Jaya, yaitu H. Ahmad Mujiono. Sehingga, nama masjid adalah Nur Ahmad.
“KH. Ubat memberikan nama masjid Nur Ahmad. Iya nama masjidnya ini Nur Ahmad. Luar biasa ini,” kata Yayan.
Dikatakan, anggaran masjid dibiayai langsung oleh Bang Ahmad. Masjid tesebut akan dibangun secara pribadi, dan setelah berdiri tegak akan dipakai oleh masyarakat umum, khususnya warga sekitar masjid.
“Kalau masalah pendanaan ya langsung dari bang Ahmad. Warga sekitar hanya diminta bantuannya untuk ikut serta dalam membangun masjid, sebagai amal bersama,” kata Yayan.
Untuk ukuran pembangunan, sepertinya tidak akan terlalu besar. Ukuran masjid sedang, namun akan full AC. Dengan begitu, bakal banyak yang kerasan begitu ada di dalam masjid.
“Ukuran dalam masjid hanya 8 x 9. Tapi kalau tubuhnya akan tampak berbeda dengan masjid yang sudah ada di Situbondo,” tegas Yayan.
Ditambahkan, jika dilihat dari segi riwayat, masjid di lokasi yang dekat dengan tambang itu sudah diidam-idamkan kan sejak dulu oleh almarhum Kiai Yusuf Amiruddin.
Kebetulan Kiai Yusuf merupakan bapak dari KH. Ubat Yamin.
“Lahan yang akan ditempati masjid adalah milik salah satu warga yang menghibahkan Kepada Pondok Pesantren Nurul Islam. Sekarang, keinginan kiai Yusuf sudah terkabul. Makanya, KH. Ubat sangat senang Ketika Bang Ahmad bersedia untuk membangun masjid di lokasi tersebut,” tutur Yayan.
Untuk peletakan batu pertama masih menunggu hasil istiharah dari Kiai Ubat. Kapan pun KH. Ubat meletakkan batu pertama, sejak itu pula pembangunan akan dilakukan.
“Kalau pembangunan masih menunggu peletakan batu pertama oleh KH. Ubat, begitu batu diletakkan, pembangunan pasti dikebut,” pungkas Yayan. (hum/pri)
Editor : Salis Ali Muhyidin