Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Peletakan Batu Pertama Masjid Nur Ahmad di Situbondo, Dihadiri KH. Ubat Dan KH Faruk

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 26 Februari 2024 | 12:30 WIB
SIMBOLIK: KH. Ubat Yamin (kanan), dan KH. Faruk Amiruddin (kiri) memabacakan doa peletakan batu pertama pembangunan masjid Nur Ahmad, di Dusun Curah Saleh, Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Minggu
SIMBOLIK: KH. Ubat Yamin (kanan), dan KH. Faruk Amiruddin (kiri) memabacakan doa peletakan batu pertama pembangunan masjid Nur Ahmad, di Dusun Curah Saleh, Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Minggu

RadarSitubondo.id - Pembangunan masjid Nur Ahmad di Dusun Curah Saleh, Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo sudah dimulai, Minggu (25/2).

Peletakan batu pertama sebagai simbolik pembangunan dilakukan oleh dua pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Yaitu KH. Ubat Yamin dan KH. Faruk Amiruddin.

Pantauan RadarSitubondo.id, pengasuh Ponpes Nurul Iman, KH Faruk meletakkan batu pertama di bagian pondasi sebelah selatan, sedangkan pengasuh Ponpes Nurul Islam Kh. Ubat Yamin meletakkan batu di pondasi bagian timur.

Untuk H. Ahmad Mujiono, yang disebut-sebut pihak yang membiayai pembangunam masjid dengan uang pribadi, meletakkan batu pertama di bagian utara.

Ustad Simun, salah satu tokoh masayakat meletakkan batu di bagian pondasi barat daya.

Rangkaian acara sebelum peletakan batu pertama diawali dengan pembacaan doa-doa yang dipimpin langsung oleh KH. Faruk Amiruddin. Selanjutnya pembacaan dzikir oleh KH Ubat Yamin.

MOMEN SERU: KH. Ubat Yamin (kiri) dan KH. Faruk Amiruddin (kanan) berbincang-bincang santai dengan pemilik CV Lintang Timur Jaya, H. Ahmad Mujiono, di lokasi pembangunan masjid nur ahmad, Minggu
MOMEN SERU: KH. Ubat Yamin (kiri) dan KH. Faruk Amiruddin (kanan) berbincang-bincang santai dengan pemilik CV Lintang Timur Jaya, H. Ahmad Mujiono, di lokasi pembangunan masjid nur ahmad, Minggu

Kedua pengasuh ponpes tersebut nampak sumringah melihat lahan yang sudah rata dan siap ditempati bangunan masjid Nur Ahmad. 

Sebab, tempat ibadah tersebut dinilai akan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

“Rumah kita yang sebenarnya adalah ini (masjid),” ujar Kh Faruk, usai memimpin doa selamatan pembangunan masjid Nur Ahmad.

Dikatakan KH Faruk, pembangunan masjid tersebut akan percuma jika tidak ada yang merawat. Oleh sebab itu, warga setempat harus bisa mengisi masjid agar jamaah salat lima waktu hidup.

“Meskipun  ada masjid percuma kalau tidak ditempati ibadah, harus ditempati,” imbuhnya.

Ubat Yamin, berharap kepada pemilik CV Lintang Timur Jaya, H. Ahmad Mujiono, untuk memberikan taman mini di area masjid.

Fasitas itu bisa digunakan oleh warga sekitar dan anak-anak warga yang dekat dengan lokasi masjid untuk bermain.

“Nanti setelah masjid sudah berdiri, bagus ini kalau dibuatkan taman mini. Enak bagi anak-anak warga sekitar,” kata KH. Ubat.

Humas Tambang CV Lintang Timur Jaya, Yayan mengatakan, dirinya sangat bahagia melihat kekompakan dua pengasuh pesantren yang meletakkan batu pertama.

Selain itu, dia juga bangga kepada masyarakat sekitar yang sudah membantu menggarap pembangunan masjid Nur Ahmad.

“Luar biasa dua pengasuh itu, beliau sangat semangat dalam mesuport pembangunan masjid. Buktinya langsung datang ke lokasi dan mendoakan pembangunan masjid agar lancar. Saya yakin masjid ini akan banyak manfaatnya bagi masyarakat,” tegas Yayan.

Dikatakan, setelah masjid berdiri tegak, di areal masjid juga akan dibangunkan sebuah asrama untuk santri pengahafal Alquan dari Pondok Pesantren Nurul Islam.

Dengan begitu, lahan yang mulanya seperti hutan akan berubah menjadi tempat yang ramai.

“Siapa yang menyangka kalau lokasi ini akan berdiri sebuah masjid. Bos (Bang Ahmad) memang luar biasa pengorbanannya, semoga saja terus lancar rejekinya,” ucap Yayan.

Pujian terhadap Bang Ahmad juga disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat. Sebab cita-cita warga Dusun Curahsaleh memang sangat menginginkan untuk membangun masjid.

Empat tahun yang silam sudah pernah dibicarakan, bahkan tempat pembangunan masjid sudah dicari, tapi tidak ada yang cocok.

“Pembangunan masjid sudah diidamkan sejak dulu. Sekarang sudah dijawab oleh bang Ahmad. Ini benar-benar luar biasa,” ungkap ustat Simun. (hum/pri)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#situbondo #Masjid Nur Ahmad #peletakan batu pertama