RadarSitubondo.id - Lantunan pembacaan selawat yang diikuti puluhan ribu orang menggema di Alun-alun Kota Situbondo, Sabtu malam (3/3).
Acara keagamaan ini merupakan peringatan tiga tahun kepemimpinan Bupati Drs. Karna Suswandi, MM dan Nyai Khaironi di Kabupaten Situbondo yang dikemas dalam pengajian kebangsaan Cinta bertajuk "Shalawat Kebangsaan".
Acara ini menghadirkan dua majelis selawat. Yakni Majelis Shalawat Bhening Sokarajjhe yang dipimpin KHR. Achmad Azaim Ibrahimy dan Majelis Maulid Wat Ta'lim Sholawat Riyadlul Jannah, Malang pimpinan Gus Rofi'ul Hamid Bin K.H Abdurrochim Syadzily.
Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi mengatakan, Selawat Kebangsaan merupakan bentuk syukur atas kesehatan dan keselamatan hingga bisa berkumpul dalam majelis tersebut.
Bupati berharap dengan selawat ke depan dapat diberikan kemudahan dalam membangun Situbondo berjaya.
"Selawat Kebangsaan ini, sekaligus ungkapan rasa syukur kami, karena kepemimpinan Bung Karna-Nyai Khoi sudah masuk tahun ketiga," ujar pria yang akrab disapa Bung Karna tersebut.
Dikatakan, Sholawat Kebangsaan juga merupakan bentuk silaturahmi berbagai elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Situbondo.
Selain itu, juga sebagai upaya untuk terus meningkatkan kecintaan terhadap Nabi Muhammad dengan lantunan sholawat di Bumi Situbondo Kota Santri Pancasila.
"Ini adalah bentuk kebersamaan dan silaturrahim antara dua majelis. Semoga ini bisa semakin menggemakan selawat di Kabupaten Situbondo," ucap pria asal Kecamatan Arjasa tersebut.
Bung Karna menyampaikan, memasuki Bulan Suci Ramadan diharapkan akan menjadi momentum untuk meningkatkan nilai kerukunan antar umat beragama.
Sehingga menjadi berkah yang bermanfaat untuk seluruh masyarakat Situbondo.
"Siapkan diri untuk menjadi insan yang lebih baik. Karena puasa di Bulan Ramadan ini momen yang sangat baik untuk memperbaiki diri," tandasnya.
Sementara itu, selama tiga tahun Bung Karna dan Nyai Khoi memimpin Situbondo telah banyak inovasi yang dilakukan.
Di antaranya pembangunan infrastruktur akses warga Labuhan Merak yang berada di kawasan konservasi Taman Nasional Baluran.
Kemudian, program kesejahteraan masyarakat dengan memberikan bantuan pangan kepada warga miskin dan insentif kepada guru ngaji, program Sehati (sehat gratis) bagi warga miskin.
Selain itu, ada juga pemberian dana hibah kepada lembaga pendidikan dan pesantren. Terakhir, Bupati Karna Suswandi juga berinovasi dengan bibit padi BK 01 dan 02 agritan yang sudah mendapatkan izin layak edar dari Kementan RI. (wan/pri/adv).
Editor : Salis Ali Muhyidin