Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ini yang Sebabkan Antre! Mobil Modifikasi Bebas Beli di SPBU Panji, Sekali beli Habiskan Rp 1,5 hingga Rp 3 Juta

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 20 Maret 2024 | 16:47 WIB
ANTRE: Salah satu mobil modifikasi mengisi BBM di SPBU Kecamatan Panji, belum lama ini.
ANTRE: Salah satu mobil modifikasi mengisi BBM di SPBU Kecamatan Panji, belum lama ini.

RadarSitubondo.id - Sejumlah warga mengeluhkan mobil yang diduga sudah memodifikasi tangki BBM-nya, bebas keluar-masuk di SPBU Kecamatan Panji.

Kendaraan tersebut membeli BBM jenis pertalite bersubsidi melebihi standar. Itu akhirnya menjadi salah satu pemicu antrean memanjang di SPBU.

Informasi yang dihimpun Koran ini, tangki mobil yang sudah dimodifikasi tersebut bisa mengisi pertalite subsidi seratus hingga 200 liter.

Padahal, untuk ukuran tangki standar biasanya hanya 30 liter sampai 60 liter.

“Kalau mobil modifiikasi kadung ngisi BBM bisa habiskan uang Rp. 1,5 juta hingga Rp. 3 juta. Itu kan sudah ada potensi untuk melakukan penimbunan BBM. Apalagi mau menghadapi hari raya,” ujar salah satu warga yang enggan namanya dikorankan, kemarin (19/3).

Untuk mencapai target, para pengecer BBM  mengelabui petugas SPBU dengan cara bolak balik mengisi pertalite. Dalam satu kali isi bisa langsung Rp. 400 ribu.

Jika posisi sepi, bisa kuat Rp 600 ribu. Untuk mengisi hingga keuangan Rp. 1 juta lebih, tidak bisa. Sebab, petugas SPBU juga mengisi sesuai dengan panduan aplikasi.

“Kalau mengisi pertalite, langsung keuangan Rp 3 juta tidak bisa satu kali isi. Setiap pengimbal pertalite pasti bertahap dengan cara keluar masuk di SPBU,” ujarnya.

Pria anak satu itu menegaskan, mobil modifikasi yang keluar masuk di SPBU Kecamatan Panji , cukup banyak.

Biasanya beroperasi pada sore hari dan malam hari. Mobil jenis itulah yang menjadi salah satu pemicu antrean panjang di SPBU.

“Mobil modifikasi yang digunakan ngangkut pertalite harus ditindak oleh pihak terkait. Pihak SPBU Panji juga harus ikut melarang,” tegasnya.

Baca Juga: Jelang Sahur, Dua Kelompok Patrol di Panji Kidul Situbondo Perang Kembang Api

Pengawas  SPBU  Panji, Erfan mengatakan, untuk pengisian mobil dalam satu kali masuk maksimal Rp. 500 ribu.

Setelah itu, jeda dan untuk mengisi full tangki mobil yang dimodifikasi harus keluar dari SPBU dan masuk lagi.

“Kita pasti ngisi mobil sesuai dengan standara saja. Kalau pemilik mobil meminta lebih ya harus keluar dulu baru balik lagi, baru bisa ngisi lagi. Kan kita pasti tahu mana yang dimodifikasi dan mana yang bukan ” kata Erfan.

Dia menegaskan, urusan mobil dimodifikasi bukan urusan SPBU. Meskipun salah secara aturan yang berhak menindak dan melarang adalah polisi.

“Kalau ada mobil modifikasi ngisi BBM ya tidak apa-apa bagi kami. Pasti kami layani dan pasti diisi,” pungkas Erfan. (hum/pri)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#situbondo #bbm #pertalite #spbu