Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Cuaca Mulai Bersahabat, Nelayan Panarukan Situbondo Masih Sulit Dapat Ikan

Iwan Feriyanto • Kamis, 28 Maret 2024 | 14:00 WIB
BERJEJER: Para nelayan jalan kaki menuju kapal yang ada di tengah laut, di Pesisir Panarukan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Rabu (27/3).
BERJEJER: Para nelayan jalan kaki menuju kapal yang ada di tengah laut, di Pesisir Panarukan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Rabu (27/3).

RadarSitubondo.id – Sejumlah nelayan kesulitan mendapatkan ikan. Meskipun cuca normal namun belum menguntungkan bagi mereka. Sudah beberapa hari melaut, tapi selalu pulang tanpa hasil. 

Salah satu nelayan, Tohari mengatakan, dirinya kembali bekerja mencari ikan setelah cuaca normal kembali. Sebelumnya, selama seminggu sempat libur akibat angin kencang dan ombak besar.

“Sudah berhari-hari pergi melaut tapi tidak ada hasilnya. Saat ini ikan sulit jadi tidak ada yang bisa dibawa pulang,” ujarnya, Rabu (27/3).

Tohari mengaku, pencarian ikan sudah menjajaki di beberapa lokasi di tengah laut. Mulai dari perairan Situbondo hingga mendekati Pulau Madura. Namun hampir tidak ada ikan yang berhasil ditangkap.

“Untungnya sekarang cuaca normal, tidak ada angin kencang dan tidak ada ombak besar. Jadi aman mau menjajaki beberapa tempat,” jelasnya.

Tohari menambahkan, saat ini nelayan seharusnya cukup mudah mendapatkan ikan. Pada bulan tiga ini memasuki musim ikan, meskipun yang berhasil ditangkap tidak banyak, namun setidaknya nelayan ada hasilnya saat bekerja.

“Sekarang hampir semua nelayan tidak dapat ikan. Karena kondisi sulit ikan, keadaan ini dikeluhkan semua nelayan,” tadasnya.

Sementara itu, Sudiman nelayan lainnya mengatakan, kondisi paceklik membuat nasib nelayan makin tidak menentu.

Sebab, biaya untuk menangkap ikan besar, namun saat pulang melaut tidak ada hasil tangkapan yang bisa dijual.

“Biaya operasionalnya tetap. Sekali berangkat minimal mengeluarkan uang Rp 250 ribu untuk kebutuhan membeli solar. Itu pun tidak bisa lama-lama di tengah laut, karena persediaa BBM (bahan bakar minyak) nya terbatas,” jelasnya.

Sudiman menyampaikan, sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk modal menangkap ikan. Sejak beberapa hasi sebelumnya hingga saat ini pun belum ada hasil yang menguntungkan. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan terus membengkak.

“Meskipun melaut siang hari ataupun malam hari sama saja. Mau dapat ikan masih sulit. Jadi nelayan sekarang banyak ruginya,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #nelayan #ikan #cuaca #pulau madura