RadarSitubondo.id – Camat Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Subiyakno mendatangi Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Selasa (2/4).
Dia mengaku resah dengan dugaan ada calo tiket kapal laut. Sebab, aktifitas tersebut sangat merugikan warganya yang akan pulang kampung.
Subiyakno mengaku geram dengan calo di Pelabuhan Jangkar. Apalagi, kasus tersebut tidak hanya terjadi untuk pertama kali.
Tapi, sudah bertahun-tahun. Hanya saja dirinya baru mengambil sikap saat ini lantaran sudah dinilai sangat parah.
“Awalnya saya mendapat laporan dari warga saya (asal Kepulauan Raas) adanya praktik dugaan calo. Saya kira para pelaku jera, tapi ternyata tidak. Makanya, saya harus turun tangan langsung ke Pelabuhan Jangkar,” ujarnya.
Subiyakno mengatakan, kedatangan dirinya sebagai bentuk protes keras kepada petugas yang berada di Pelabuhan Jangkar.
Salah satunya adalah jajaran PT ASDP yang sering kali dikeluhkan penumpang masalah tiket. Sebab, dari tiket itulah muncul kasus yang mengakibatkan penumpang banyak dirugikan.
“Harga tiket yang dijual kepada penumpang lebih mahal dari pada harga yang tertera di daftar harga angkutan kapal. Biasanya angkutan orang Rp 67 ribu, tetapi faktanya penumpang harus membayar uang tiket sebesar Rp 100 ribu. Kadang ada juga yang sampai lebih,” jelasnya.
Subiyakno mengaku, kasus yang diketahuinya tidak hanya dari informasi yang dihimpun selama ini.
Ada juga beberapa bukti yang ditemukan sendiri terhadap sejumah penumpang kapal.
“Senin malam saya mendapati beberapa warga saya yang mau pulang ke Raas. Dia dikenai tarif hingga ratusan ribu rupiah oleh calo. Padahal, harga tiketnya tidak sampai ratusan ribu,” ungkap pria berbadan tegap itu.
Subiyakno menegaskan tidak akan tinggal diam dengan masalah tersebut. Sebab, selama ini masyarakat kecil yang sering dirugikan.
Jika kasus tersebut terus terjadi, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menempuh jalur hukum.
“Saya tidak ingin ada kekerasan di Jangkar, apalagi bentrok. Yang jelas nanti ketika aktivitas calo ini tidak berhenti, kami pastikan akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.
Subiyakni berharap agar para aparat penegak hukum (APH) tidak tinggal diam dalam kasus calo tiket di Pelabuhan Jangkar. Semua pihak harus bersinergi untuk memberantasnya.
“Saya minta APH tegas dalam hal ini. Jangan sampai terjadi terus-terusan. Segera proses hukum jika ada yang tertangkap,” harapnya.
Sementara itu, Koordinator ASDP di Pelabuhan Jangkar, Yajid membantah adanya praktik calo tiket di Pelabuhan Jangkar. Bahkan selama ini tidak ada protes mengenai kasus itu kepada petugas ASDP.
“Coba siapa yang sekiranya mengetahui ada calo tiket tunjukkan kepada saya. Saya kan mau tahu juga siapa yang melakukan, jangan hanya sekedar bisa menyampaikan ada calo tapi tidak ada buktinya,” ucapnya.
Yajid menjelaskan seluruh proses transaksi tiket di Pelabuhan Jangkar sudah dilakukan secara online. Sehingga tidak ada peluang untuk bisa bermain curang. Semua tersinkronisasi dengan sistem.
“Makanya tiket kapal diberlakukan online agar penumpang kapal dapat melakukan transaksi sendiri. Dengan begitu mereka kan jauh lebih aman,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin