Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kisah Nenek Astutik Ditemukan Meninggal dalam Gorong-Gorong di Kota Situbondo

Moh Humaidi Hidayatullah • Kamis, 4 April 2024 | 19:00 WIB
Tim identifikasi Satreskrim Polres Situbondo, melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh Astutik, 65, warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota Situbondo, Selasa malam (2/4).
Tim identifikasi Satreskrim Polres Situbondo, melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh Astutik, 65, warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota Situbondo, Selasa malam (2/4).

RadarSitubondo.id – Astutik, warga Lingkungan Karangasem, Kelurahan Patokan, Kecamatan/Kota Situbondo, ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong, Selasa malam (2/4).

Nenek berusia 66 tahun tersebut diduga kuat terpeleset di sungai hingga hanyut.

Penemuan mayat Astutik diawali dari rasa penasaran warga yang melihat air saluran irigasi meluap.

Karena warga tidak ingin ada banjir yang masuk ke pemukiman, akhirnya mencari sumber yang membuat saluran tersumbat.

Mulanya, warga sekitar hanya mengira jika luapan air diakibatkan sampah. Nah begitu salah satu warga turun ke sungai langsung kaget melihat penampakan kaki manusia dalam keadaan meninggal dunia.

Melihat dan mendengar ada orang meniggal dalam gorong-gorong, warga sekitar langsung merapat dan membantu mengevakuasi nenek Astutik ke rumah duka.

“Mulanya warga tidak ada yang curiga, pergi ke selokan ya murni untuk mencari sampah yang menutup gorong-gorong. Saat turun ya melihat nenek Astutik meninggal,” tegas Tohari.

Dikatakan, bahwa dirinya sempat melihat korban setelah berbuka puasa sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat itu, Nenek Astutik masih jalan-jalan dan terlihat sehat. Apalagi korban memang tidak memiliki riwayat penyakit.

"Kemungkinan kejadian habis salat isyak, soalnya air meluap sekitar pukul 19.00 Sedangkan korban ditemukan sekitar pukul 19.30," ungkap Tohari.

Kasatreskrim polres Situbondo, AKP Momon Suwito menegaskan dugaan sementara korban meninggal karena terpeleset kemudian hanyut di saluran irigasi sedalam 40 centimeter.

"Dari hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis tidak ditemukan luka pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi dengan bukti surat pernyataan sudah menganggap kematian nenek Astutik karena musibah," pungkas Momon. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#hanyut #meninggal dunia #nenek #gorong-gorong