Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Butuh Uang Buat Beli Baju Lebaran, Anak-Anak di Situbondo Nekat Ngamen di Jalanan

Iwan Feriyanto • Selasa, 9 April 2024 | 18:00 WIB
SIANG HARI: Dua anak duduk santai di pinggir jalan menunggu pengendara yang lewat, di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, Senin (8/4).
SIANG HARI: Dua anak duduk santai di pinggir jalan menunggu pengendara yang lewat, di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, Senin (8/4).

RadarSitubondo.id – Sejumlah anak-anak terpaksa ikut orang tua ngamen di pinggir jalan raya di Kota Situbondo.

Hal ini dilakukan agar mereka bisa membeli baju baru untuk dipakai ketika lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah.

Salah satu anak inisial BM mengatakan, sejak dirinya libur sekolah sudah rutin ikut orang tuanya ngamen. Kegiatan itu dilakukan atas kemauannya sendiri. Sebab, jika tidak ikut, dirinya tidak memiliki uang.

 “Ikut orang tua cari uang. Nanti kalau uangnya banyak bisa dibuat beli baju lebaran. Kalau tidak ikut (ngamen) gak dapat uang,” ujarnya, Senin (8/4).

BM mengaku, tidak masalah jika harus ikut ngamen. Sebab, yang terpenting bagi dirinya adalah bisa membantu uang tua.

Sehingga aktivitas yang dilakukan itu dijalani dengan senang hati tanpa beban. Meskipun yang dilakukan itu sebenarnya bukan mejadi tanggungjawab dirinya untuk mencari uang.

“Tidak apa-apa (ngamen). Kan tidak sendirian juga ada temannya. Justru enak kalau ada temannya,” ucapnya.

Sementara itu, YS pengamen lainnya mengatakan, dirinya terpaksa mengamen di pinggir jalan. Sebab, keluarganya tidak mampu untuk membiayai hidupnya.

Untuk bisa bertahan hidup, harus bisa mencari uang sendiri. “Orang tua tidak mampu. Makanya ikut-ikut ngamen agar bisa dapat uang sendiri,” ucapnya.

YS mengaku, dari hasil mengamen itu, dirinya bisa mendapatkan uang sekitar Rp 50 ribu setiap hari.

Tetapi jika beruntung, sehari bisa mendapat Rp 100 ribu lebih. Hasilnya itu dibuat beli-beli untuk dirinya sendiri dan orang tua di rumah.

“Kadang bisa sampai Rp 100 ribu kadang hanya Rp 50 ribu setiap hari. Tapi kadang tidak menentu juga dapat berapa setiap harinya,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengendara motor, Nuril mengaku prihatin dengan kegiatan  mengamen  anak-anak tersebut. 

“Seusia mereka seharusnya masih sibuk bermain. Tetapi mereka ngamen. Tapi apapun yang dilakukan itu selama tidak menggangu pengendara ya tidak masalah,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #anak-anak #baju lebaran #ngamen