RadarSitubondo.id - DPRD Situbondo meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Situbondo memperketat penjagaan di sejumlah lokasi prostitusi.
Ini untuk mengantisipasi masuknya pekerja seks komersial (PSK) ke Kota Santri.
Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Hadi Prianto mengatakan, dirinya menerima banyak informasi dari masyarakat terkait potensi masuknya PSK ke Situbondo pasca lebaran.
Mereka nekat datang ke Kota Santri lantaran pengawasan dan penindakan yang dilakukan pemerintah dinilai tidak tegas.
"Informasinya ada PSK yang dari Bondowoso, Jember, Banyuwangi, Bandung dan daerah lain yang datang ke Situbondo saat ini," ujarnya, Selasa (16/4) kemarin.
Dikatakan, mereka datang ke Situbondo karena di daerah lain kesulitan berpraktik. Sebab, aturannya lebih ketat. Sehingga tidak berani membuka praktik prostitusi.
Pria yang akrab disapa Hadi itu menyatakan, Pemkab Situbondo juga harus bersikap tegas. Ini untuk menjaga Situbondo aman dan bebas dari praktik asusila tersebut.
"Sekarang masyarakat kembali resah. Aktifitas prostitusi kembali marak. Padahal pada saat Ramadan suasana sudah kondusif," jelasnya.
Hadi mencontohkan, aksi yang dilakukan PSK saat berhubungan badan diunggah ke media sosial. Sontak hal itu membuat warga Situbondo geger.
"Kasusnya saat ini sedang ditangani kepolisian. Tentu yang kita inginkan masalah seperti ini tidak terjadi lagi, karena memperburuk nama Situbondo," tandasnya.
Sementara itu, Kasatpol-PP Situbondo, Sopan Efendi memastikan dirinya akan rutin menggelar operasi gabungan bersama TNI-Polri.
Sehingga, kegiatan prostitusi tidak terjadi di Situbondo. "Kita lakukan operasi gabungan dengan jajaran samping. Upaya ini menekan keberadaan PSK. Terbukti, operasi tersebut berhasil ketika petugas rutin melakukan operasi saat bulan Ramadan," pungkasnya. (wan/pri).
Editor : Salis Ali Muhyidin