Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Dikeluhkan Warga Suboh Situbondo, Kades Ketah Bingung Mencari Solusi

Moh Humaidi Hidayatullah • Sabtu, 27 April 2024 | 20:30 WIB
DIKELUHKAN:  Pengendara motor melintas di dekat tumpukan sampah di pinggir Jalan Dusun Janti, Desa Ketah, Kecamatan Suboh, Situbondo, Jumat (26/4).
DIKELUHKAN: Pengendara motor melintas di dekat tumpukan sampah di pinggir Jalan Dusun Janti, Desa Ketah, Kecamatan Suboh, Situbondo, Jumat (26/4).

RadarSitubondo.id – Tumpukan sampah di pinggir jalan Dusun Janti, Desa Ketah, Kecamatan Suboh, Situbondo, dikeluhkan sejumlah pengendara jalan.

Selain baunya yang tidak sedap, sampah yang jarang dibersihkan itu sering menutup saluran irigasi.

Didit, 42, warga Kecamatan Suboh mengatakan saluran air yang seharusnya lancar dan bersih menjadi kotor gara-gara ulah orang yang tidak peduli dengan lingkungan.

Jika kebiasaan warga membuang sampah ke aliran irigasi tidak disikapi, tentu akan membuat banyak kerusakan.

"Air dari Desa Ketah itu mengalir ke sawah-sawah dan juga banyak digunakan oleh warga sekitar. Kalau masyarakat seenaknya buang sampah ke irigasi yang dirugikan sangat banyak,” kata pria yang mengaku aktif sebagai aktivis lingkungan tersebut.

Didit mengatakan, banyaknya sampah sangat berpengaruh dengan kebersihan air. Apalagi sampah banyak yang nyangkut sehingga mengakibatkan irigasi tersumbat dan air meluber ke jalan.

"Sampah ini dikeluhkan banyak warga karena menimbulkan bau menyengat. Apalagi yang punya tugas jarang membersihkan," ungkapnya.

Juhari, warga Desa Ketah mengatakan hal senada, keberadaan sampah tersebut sudah sekian kali dipersoalkan.

Namun belum ada tindakan dari pihak terkait untuk melakukan. Utamanya dari perangkat desa setempat.

"Kami sebagai pengguna jalan, merasa terganggu juga dengan kondisi air yang kerap meluber ke badan jalan karena saluran tersumbat sampah,” tegas Juhari.

Menurut Juhari, pemerintah desa setempat bersama instansi terkait lainnya seharusnya melakukan upaya untuk meminimalisasi banyaknya sampah.

Setidaknya, membuat papan peringatan atau sosialisasi kepada warga yang dekat dengan saluaran air tersebut.

"Kami berharap kepada pemerintah desa dan instansi terkait agar cepat mengatasi persoalan sampah ini," ucapnya.

Sementara itu, Fathurrahman  Kepala Dusun Janti mengaku, pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar tidak ada lagi tumpakan sampah di lokasi tersebut. Namun hingga saat ini masih saja banyak tumpukan sampah.

"Untuk upaya sudah kami lakukan, termasuk Kepala Desa sudah mengetahui soal tumpukan sampah di pinggir jalan dan saluran air yang tersumbat," tegas Fathurrahman.

Kepala Desa Ketah, Anik Januarita dikonfirmasi melalui sambungan ponsel juga mengaku bingung memikirkan banyaknya sampah yang ada di saluran irigasi. Apalagi sampai menghambat aliran air.

"Saya juga pusing mikir sampah yang menumpuk, saya mau buat irigasi ke timur biar air tidak meluap ke jalan apalagi ada yang mengalir ke rumah warga. Secepatnya pasti diupayakan," pungkas Anik. (hum/pri)

Editor : Bayu Saksono
#situbondo #aktivis #kades #solusi #irigasi #lingkungan #Suboh #bingung #bau #menyengat #kerusakan #Menumpuk #sampah #pinggir jalan #Tersumbat