RadarSitubondo.id – Sejumlah pemuda turun ke dasar laut Pasir Putih, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bugatan untuk membersihkan sampah, Minggu (9/6). Sebab, jika dibiarkan, dapat merusak biota laut.
Ketua Kelompok Konservasi Karang Lestari Pasir Putih Situbondo, Mohammad Rauf mengatakan, kondisi ekosistem laut di bawah air kawasan Pasir Putih menjadi perhatian bersama lantaran sudah banyak sampah.
Sehingga, beberapa komunitas intens membersihkan dasar laut. Salah satunya pada momentum Hari Laut Sedunia yang jatuh tiap tanggal 8 Juni.
“Jadi, ini untuk memelihara terumbu karang dengan membersihkan sampah di dasar laut agar tidak rusak,” ujarnya, Minggu (9/6).
Dia menceritakan, permasalahan terumbu karang di Pasir Putih saat ini adalah dampak dari pemanasan global yang terjadi pada tahun lalu (2023). Itu mengakibatkan terumbu karang menjadi putih tapi tidak mati.
"Selain itu juga pada musim hujan kemarin terjadi banjir di wilayah Besuki dan Mlandingan ada hulu sungai besar, dan dampaknya juga berpengaruh terhadap terumbu karang yang ada di dasar laut Pasir Putih. Banyak sampah yang menempel di terumbu karang,” jelasnya.
Sebab itulah, upayanya selama ini untuk menjaga keindahan alam bawah laut Pasir Putih.
“Ekosistem laut di kawasan wisata Pasir Putih bagus, maka akan semakin banyak wisatawan yang datang dan menyelam melihat pemadangan alam di dasar laut yang dipenuhi terumbu karang dan ikan hias,” jelasnya.
Kemudian, Rauf menjelaskan, keberadaan terumbu karang didasar laut Pasir Putih itu sebagian besar masih terjaga dan terpelihara. Sebab, dirinya rutin melakukan pemeliharaan rumah ikan tersebut.
"Kami juga kerap sosialisasikan dan mengajak para nelayan khususnya di Kecamatan Bungatan, agar mereka turut menjaga ekosistem laut dengan memungut sampah di laut saat bekerja dan mereka juga kami imbau menggunakan alat tangkap ikan ramah lingkungan," ujar Rauf.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Situbondo Roy Hidayat menjelaskan Kelompok Konservasi Karang Lestari Pasir Putih dibentuk dan mendapatkan SK dari pemerintah daerah setempat sejak 2012.
"Mereka yang memelihara, mengelola dan mengawasi terumbu karang di kawasan Pasir Putih Situbondo. Pemerintah selama ini juga memberikan dukungan dengan memberikan bantuan alat selam dan lainnya, baik dari pemprov dan pemerintah pusat," pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin