RadarSitubondo.id - Kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih minim. Ini terbukti banyak limbah rumah tangga menumpuk di saluran sungai.
Salah satunya di aliran Aing Sonok, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo.
Sampah memenuhi permukaan aliran sungai Aing Sonok cukup panjang. Petugas kebersihan bersama jajaran DLH butuh waktu cukup lama untuk mengangkat limbah yang menumpuk.
Kepala DLH Situbondo, Akhmad Yulianto, sampah yang menumpuk di aliran Aing Sonok cukup banyak.
Saat dibersihkan, Jumat (21/6) limbah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) sekitar sepuluh kuintal.
"Diangkut menggunakan empat unit kendaraan roda tiga ke TPA," ujarnya, Jumat (21/6).
Pria yang akrab disapa Yuli itu menyebutkan, keberadaan sampah yang menumpuk didominasi limbah rumah tangga. Seperti popok bayi, kain baju, dan limbah olahan dapur.
"Jadi yang tadi kami kumpulkan paling banyak sampah rumah tangga. Dibungkus menggunakan kantong plastik," jelasnya.
Dikatakan, kebiasaan masyarakat membuang sampah di sungai masih banyak. Padahal pemerintah sudah menyediakan tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Namun fasilitas yang disediakan itu tidak dimanfaatkan.
"Di pinggir jalan sudah ada tempat sampah, di perumahan juga ada tempat sampah. Tapi di aliran sungai justru yang jadi tempat pembuangan sampah," pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin