RadarSitubondo.id - Warga Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Situbondo, dihebohkan dengan penemuan mayat, Senin lalu (24/6), sekitar pukul 14.00 WIB.
Lokasinya tepat di persawahan utara Pabrik Gula (PG) Wringinanom. Mayat itu ternyata Surono, 50, warga Kecamatan Prajekan, Bondowoso.
Surono ditemukan meninggal dunia oleh warga yang melintas di persawahan tersebut.
Melihat ada orang meninggal, warga yang melihat pertama kali langsung menghubungi anggota Polsek Panarukan.
Tidak lama kemudian anggota Polsek tiba di lokasi dan disusul oleh tim Inafis Polres Situbondo.
Berikutnya, jenazah Surono dievakusi ke kamar jenazah RSUD Situbondo untuk mendapatkan pemeriksaan luar.
Begitu tiba di kamar Jenazah, Oktafia Wulandari, 31, anak kandung (alm) Surono menyusul dan memohon kepada petugas untuk tidak dilakukan otopsi.
Sebab, pihak keluarga sudah meyakini meninggalnya Surono murni akibat penyakit sesak nafasnya kambuh.
Akhirnya, pihak keluarga menandatangani surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi, dan langsung membawa jenazah ke rumah duka untuk segera dimakamkan.
“Karena korban pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan otopsi, polisi hanya melakukan pemeriksaan luar. Hasilnya ya tidak ditemukan bekas penganiayaan dan semacamnya,” ujar Kasihumas Polres Situbondo, Iptu Ahmad Sutrisno.
Kata dia, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Surono memang tidak enak badan sebelum berangkat bekerja. Bahkan Surono sempat meminta kerok di bagian punggung.
“Diduga kuat penyakit Surono kambu saat bekerja membajak sawah di utara PG Wringinanom,” pungkas Sutrisno. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin