RadarSitubondo.id - Sejumlah nelayan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih libur bekerja.
Ini disebabkan ombak laut besar yang berpotensi terjadi kecelakaan laut. Bahkan, beberapa perahu nelayan rusak setelah dihantam ombak di pinggir pantai.
Salah satu nelayan, Sutanto mengatakan, kondisi ombak di laut akhir-akhir ini tidak mendukung untuk mencari ikan. Jika dipaksakan khawatir mengancam keselamatan jiwa.
"Saat ini ombaknya masih sedang besar-besarnya. Mau bekerja masih mikir-mikir, karena resikonya juga besar, seperti kecelakaan," ujarnya, Jumat (19/7).
Pria yang akrab disapa Tanto menyatakan, dipaksa bekerja pun tidak bisa. Karena ikan yang didapatkan juga tidak banyak. Sehingga dari pada rugi, lebih baik tidak melaut.
"Semoga saja dalam waktu dekat ini ombak kembali normal. Jadi nelayan bisa bekerja lagi," jelasnya.
Selain itu, Tanto menyampikan, bahwa beberapa perahu milik nelayan rusak berat setelah dihantam ombak. Saat kejadian, armada tersebut tidak digunakan namun diparkir di bibir pantai.
"Ada yang rusak berat ada yang rusak ringan. Kalau yang rusak berat masih belum diperbaiki, sedangkan yang rusak ringan sudah mulai diperbaiki," katanya.
Kasus tersebut, kata Tanto, sudah terjadi beberapa kali. Banyak perahu nelayan yang rusak akibat dihantam ombak besar.
"Saat itu ada yang sampai karam, kapalnya rusak dan bocor. Mau diperbaiki sudah tidak bisa, karena benar-benar rusak," tandasnya.
Sementara itu, salah satu pedagang ikan di pasar tradisional, Rosida mengatakan, harga ikan ada yang naik beberapa hari ini, salah satunya yakni ikan tongkol. Kenaikan ikan tersebut cukup drastis dari pada ikan lainnya.
"Rata-rata naik Rp 4 ribu. Jadi sekarang satu kilogramnya Rp 25 ribu," pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin