RadarSitubondo.id - Jumlah banteng di Taman Nasional (TN) Baluran, Kecamatan Banyuputih, semakin bertambah. Ini setelah seekor banteng jantan lahir, Jumat lalu(9/8). Itu pertanda hewan yang terancam punah tersebut bisa berkembang cukup baik di Hutan Situbondo.
Kepala Balai Taman Nasional Baluran Dr. Johan Setiawan mengungkapkan, anak banteng lahir dalam kondisi sehat dengan berat badan 21,5 kilogram, tinggi badan 64 cm, panjang badan 73 cm, dan lingkar dada 66 cm.
“Anak banteng ini lahir dari pasangan Dimas dan Tina (nama-nama banteng), yaitu dua indukan yang didatangkan dari Taman Safari Indonesia II Prigen,” ungkapnya pada Koran ini kemarin (11/8).
Kata Johan, dalam satu pekan ke depan anak banteng tersebut berada dalam pengawasan tim kesehatan TN Baluran. Harapannya agar kondisinya tidak memburuk dan bisa tumbuh besar di TN Baluran.
“Dengan kelahiran banteng jantan ini, maka jumlah banteng pada SSB (Suaka Satwa Baluran ) bertambah. Tercatat sebanyak delapan ekor yang terdiri dari tiga ekor jantan dan lima ekor betina,” ujar Johan.
Dikatakan, kelahiran banteng di TN Baluran merupakan hal yang cukup menggembirakan. Sebab hewan langka tersebut bisa tumbuh sehat dan terkontrol dalam penjagaan petugas TN Baluran.
“Tentu kami merasa bahagia bisa melihat banteng tambah banyak. Lahirnya banteng ini adalah bukti dari upaya keras kami dalam menjaga dan melestarikan spesies banteng yang terancam punah,” tegas Dr. Johan. (pri)
Editor : Salis Ali Muhyidin