RadarSitubodo.id - Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Panarukan, Selasa (13/8).
Sebab, salah satu karyawan SPBU tersebut tidak mau menuruti keinginan konsumen untuk mengulang meteran dari nol.
Kepala Diskoperindag Edy Wiyono menegaskan, pihaknya melakukan sidak setelah membaca postingan viral di salah satu grup Facebook. Pemilik akun Facebook Liens menyebutkan jika saat mengisi di SPBU Panarukan tidak dimulai dari meteran nol.
“Inti dari postingan pemilik akun Lien, saat menanyakan kebenaran meteran tidak dimulai dari nol karyawan SPBU yang mengisi BMM malah membentak, dan mengaku meteran sudah diprogram,” ucap Edy.
Kata Edy, dalam sidak tersebut pihaknya melakukan pengecekan pengukuran tera. Namun tidak ditemukan adanya pengurangan BBM dan masih sesuai dengan takaran. Namun bagian Dikoperindag tetap meminta agar bagian SPBU lebih santun lagi dalam memberi pemahaman kepada konsumen.
“Tidak ada temuan, semuanya masih sesuai dengan takaran, kami juga tidak menemukan takaran BBM yang dikurangi,” ucap Edy.
Soal keluhan dari salah satu konsumen tidak terlalu fatal. Namun, oknum karyawan kurang detil menjelaskan apa yang diinginkan oleh konsumen. Apalagi sampai membentak konsumen. Padahal, tugasnya melayani konsumen.
“Caranya itu berbeda, biasanya dimulai dari meteran nol tapi dilangsungkan. Saat itu alasannya tidak dimulai dari nol akibat ada antrean,” tegas Edy.
Sementara itu Yusuf, Supervisor SPBU Panarukan mengatakan jika dirinya akan segera memanggil dan memberikan pembinaan sesuai arahan Diskoperindag.
"Saya akan bersikap tegas jika ada karyawan yang tidak profesional menghadapi konsumen, dan akan segera memanggil untuk kembali diberikan pembinaan," tegas Yusuf. (hum/pri)
Editor : Salis Ali Muhyidin