RadarSitubondo.id - Belasan ribu ton pupuk subsidi Urea disalurkan kepada petani selama bulan Januari hingga bulan Juli 2024. Penyaluran disesuaikan dengan kebutuhan petani saat masa tanam satu dan masa tanam dua.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Situbondo, Dadang Aries Biantoro mengatakan, penyaluran pupuk subsidi Urea melalui kios di masing-masing desa yang ada di 136 desa/kelurahan.
Kuota pupuk yang didistribusikan sesuai dengan kebutuhan kelompok tani yang sudah terdaftar sebagai penerima pupuk subsidi.
"Kuota pupuk subsidi urea di Situbondo sebanyak 29.987 ton. Yang sudah tersalurkan sekitar 15.500 ton sejak Januari-Juli 2024," ujarnya, Minggu (18/8) kemarin.
Selanjutnya, pria yang akrab disapa Dadang itu menyampaikan, untuk penyaluran pupuk subsidi NPK tercatat mencapai 10.750 ton. Pendistribusian pupuk tersebut selama periode Januari hingga bulan Juni 2024.
"Penyaluran pupuk subsidi NPK baru mencapai 43 persen dari kuota pupuk sebanyak 25 ribu ton," ucap mantan kadis Komunikasi dan Informatika itu.
Kata Dadang, untuk penyerapan pupuk subsidi NPK cenderung lebih rendah ketimbang pupuk subsidi Urea. Ini disebabkan petani masih banyak bergantung terhadap pupuk Urea.
"Petani masih lebih memilih menebus atau membeli pupuk Urea subsidi karena dinilai mampu meningkatkan produksi tanaman padi," jelasnya.
Dijelaskan, Dinas Pertanian sebenarnya tak pernah berhenti mensosialisasikan kepada petani tiap kesempatan, agar mereka menggunakan pupuk berimbang. Sehingga tidak tergantung ke pupuk kimia atau pupuk Urea saja.
Dadang menambahkan, di Situbondo ada sembilan distributor yang bertugas mendistribusikan pupuk subsidi Urea maupun NPK.
Sembilan distributor tersebut melayani 244 kios pupuk yang tersebar di 134 desa/kelurahan.
"Pendistribusian pupuk urea subsidi disalurkan ke petani yang terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK)," pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Salis Ali Muhyidin