RadarSitubondo.id - Sejumlah warga Desa Klatakan, Kecamatan Kendit dibikin heboh dengan adanya seekor lumba-lumba, Senin (26/8). Sayang, hewan mamalia laut itu ditemukan sudah mati dipinggir pantai.
Salah satu warga Desa Klatakan, Ariyudi mengatakan, bangkai lumba-lumba ditemukan di area wisata Kampung Kerapu. Sehingga, pengunjung penasaran ingin menyaksikan langsung. "Kalau melihat dari ukurannya, lumba-lumba yang mati itu masih tergolong anakan," ujarnya.
Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kematian hewan laut tersebut. Sebab, tidak ada bekas luka atau bekas lain yang diduga menjadi pemicunya. "Ada yang bilang penyebab mati karena terdampar tidak bisa ke tengah," cetusnya.
Selain itu, salah seorang nelayan, Syarif Hidayat menceritakan, saat mencari ikan pukul 10.00 WIB melihat ada segerombolan lumba-lumba di sekitar wisata Kampung Kerapu. Namun dirinya bersama nelayan lain tidak begitu menghiraukan. Sebab, hewan tersebut tidak membahayakan dan tidak mengganggu.
"Pukul 10.00 WIB itu masih keliatan bermain-main di pinggiran pantai. Namun 15.00 WIB lumba-lumba itu terlihat lemas dan ke pinggir pantai. Beberapa saat kemudian sudah tidak bergerak lagi," jelasnya.
Dikatakan, dirinya berinisiatif untuk menguburkan hewan tersebut. Sebab, untuk dikembalikan ke tengah laut tidak memungkinkan lantaran tidak ada nelayan yang berangkat mencari ikan. Sehingga tidak ada kapal yang bisa digunakan untuk membawa bangkai tersebut.
"Bangkai lumba-lumba dikubur didekat pantai. Ukurannya yang masih relatif kecil pun sangat mudah untuk dikubur di pinggir pantai," pungkasnya. (pri)
Editor : Salis Ali Muhyidin