Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kapal Nelayan Situbondo Tenggelam Setelah Berlayar 5 Mil, Polisi Jelaskan Penyebab dan Kondisi ABK Polisi

Muhammad Khoirul Rizal • Kamis, 5 September 2024 | 17:35 WIB
Belasan nelayan dibantu petugas berhasil dievakuasi. (Khoirul Rizal/RadarSitubondo.id)
Belasan nelayan dibantu petugas berhasil dievakuasi. (Khoirul Rizal/RadarSitubondo.id)

RadarSitubondo.id – Kapal nelayan yang mengangkut belasan ABK tenggelam di perairan Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Rabu malam (4/9).

Kapal dengan nama lambung Laksana 01 tersebut kandas, padahal baru saja berlayar sejauh 5 mil dari pesisir Panarukan.

Menurut Kasatpolairud, AKP Gede Sukarmadiyasa kabar mengenai tenggelamnya kapal nelayan ini berawal dari petugas yang menerima laporan dari warga.

Disebutkan bahwa ada kapal nelayan yang mengalami kebocoran dan tenggelam di perairan Panarukan.

Beruntung, kapal berisi belasan ABK tersebut berhasil selamat setelah ditolong oleh Kapal Gardan Srikandi yang juga melaut di perairan Panarukan, nahkoda beserta belasan ABK kemudian dievakuasi ke pesisir pantai Panarukan untuk mendapat pertolongan.

Berdasarkan keterangan saksi, Gede mengungkapkan bahwa Kapal Slerek dengan nama lambung Laksana 01 yang di nahkodai oleh Pak Net (50) bersama belasan ABK.

Kapal tersebut berangkat dari pesisir pantai Panarukan pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB, setelah beberapa mil berlayar, lambung kapal mengalami kebocoran di bagian depan samping kanan bawah sehingga air laut masuk dan menyebabkan kapal tenggelam.

Saat kejadian para ABK bertahan dengan memegang jerigen dan box ikan maupun alat bantu lainnya untuk dapat mengapung, beruntung beberapa saat kemudian ada Kapal Gardan dengan nama lambung Srikandi yang dinahkodai Surais (55) melintas dengan akan pulang ke Panarukan sehingga ABK kapal Gardan tersebut melakukan pertolongan dan mengevaluasi semua ABK ke pantai.

“Nahkoda dan belasan ABK berhasil selamat dan dalam kondisi sehat. Tidak ada korban jiwa, hanya mengalami kerugian kapal serta mesin dan alat tangkap ikan yang tenggelam saat kejadian," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kejadian tidak terulang, Gede mengimbau para nelayan agar melakukan ramcheck secara rutin terhadap kapal atau perahu saat sebelum digunakan untuk melaut, sehingga dapat mengantisipasi kejadian kecelakaan laut yang disebabkan oleh ketidaklayakan kapal atau perahu.

Kemudian yang juga sangat penting adalah membawa Life Jacket guna sarana pertolongan apabila terjadi kecelakaan laut karena para nelayan berhadapan dengan alam yang pada saat ini angin dan gelombang laut tidak menentu atau tidak bisa dipastikan.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat nelayan untuk selalu berhati-hati, cek kelayakan kapal atau perahu sebelum melaut, tidak memaksakan diri apabila cuaca ekstrim serta wajib membawa alat-alat keselamatan seperti life jaket. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #abk tenggelam #kapal nelayan #panarukan #Kapal Slerek #evakuasi korban #nelayan situbondo #Kapal Tenggelam