RadarSitubondo.id - Jenazah seorang nenek ditemukan mengapung di jembatan limpas, Desa Kotakan, Kecamatan/Kota Situbondo, Kamis (26/9).
Nenek 80 tahun itu bernama Mani, warga Dusun/Desa Cangkring, Kecamatan Prajekan, Bondowoso.
Sekira pukul 10.05 WIB dua penambang pasir di Sungai Sampean Lama, Abdul Azis dan Supriyadi melihat jenazah yang mengapung dan hanyut di depannya saat sibuk menggali pasir.
“Saya kira hanya batang pohon pisang, semakin dekat baru nampak kalau manusia jenis kelaminnya perempuan,” kata Abdul Azis, orang yang melihat kali pertama.
Kapolsek Kota, Iptu Harnowo mengatakan anggota polsek, BPBD dan tagana langsung merapat ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah.
Sebelum dilakukan pengangkatan jenazah terlebih dahulu dilakukan identifikasi oleh tim Infis Polres Situbondo. “Mayat langsung dibawa ke kamar Jenazah RSUD Situbondo,” ucap Harnowo.
Kata Harnowo, identitas jenazah baru terungkap saat ada di RSUD Situbondo. Sebab ada orang Bondowoso yang datang dan meminta untuk melihat ciri-ciri jenazah. Begitu dilihat ternyata benar.
“Nenek itu adalah orang Desa Cangkring, Kecamatan Prajekan, Bondowoso. Dua hari sebelum ditemukan meninggal sudah dilaporkan hilang ke Polsek Prajekan,” kata Harnowo.
Kapolsek menjelaskan, berdasarkan pengakuan keluarga, kondisi nenek memang sudah pikun dan sering keluar rumah tanpa pamit. Pihak keluarga juga mengakui jika neneknya sering sakit-sakitan.
“Untuk jenazah sudah kami serahkan. Keluarga korban juga sudah menandatangani surat pernyataan dan menyadari jika nenek diduga terjatuh dan meninggal di sungai. Untuk otopsi tidak mau,” pungkau Harnowo. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin