RadarSitubondo.id – Pelengsengan di Desa Taman, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo, tiba-tiba longsor, Jumat (13/12).
Peristiwa itu membuat rumah milik ibu Jamaludin, 51, ikut rusak lantaran berada tepat di atas pelengesengan. Korban mengalami kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah.
Bencana alam itu bermula ketika Desa Taman, Kecamatan Sumbermalang diguyur hujan lebat sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Keadaan ini membuat tanah gembur dan berlumpur. Kontruksi bangunan pelengsengan pun tidak kuat lalu longsor.
“Karena bangunan ibu Jamaludin berada tepat di atas pelengsengan jadinya ikut rusak. Rusaknya parah, karena semua bangunan ambruk,” ujarnya Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Puriyono.
Dia menyampaikan, peristiwa naas itu nyaris membuat pemilik rumah celaka. Sebab, dia sedang berada di dalam rumah. Beruntung bisa lebih awal keluar rumah sehingga terhindar dari maut.
“Saat kejadian pemilik rumah kebetulan berada dalam rumah terkejut karena rumah bagian dapurnya tiba-tiba ambruk dan langsung berlari keluar untuk menyelamatkan diri,” ungkapnya.
Kata Puriyono, tidak ada korban jiwa dalam insiden bencana alam tersebut. Hanya saja, korban mengalami luka ringan pada bagian kaki. Itu disebabkan tergelincir saat menyelamatkan diri agar tidak tertimpa reruntuhan bangunan.
“Kerugian materiil yang dialami korban sekitar Rp 10 juta. Jumlah tersebut didasarkan pada kerusakan bangunan rumah korban,” ucapnya.
Selain itu, Puriyono menyampaikan, kerusakan plengsengan juga terjadi di Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan. Bangunan penahan tanah pada aliran sungai tiba-tiba longsor akibat tanah gembur akibat hujan deras yang terjadi cukup lama.
“Kejadiannya sama, pada hari Jumat 06 Desember 2024 sekira pukul 15.00 WIB. Tiba-tiba longsor karena tanah bangunan gembur,” ucapnya.
Dikatakan, tidak ada korban jiwa ataupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Hanya saja hal itu mengakibatkan kerugian materiil sebesar Rp 150 juta. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin