RadarSitubondo.id - Sejumlah warga di Desa Kalianget dan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, hearing bersama Komisi III DPRD Situbondo, Jumat (11/1) di ruang rapat gabungan dewan.
Mereka mengadu masalah jalan rusak akibat dilalui kendaraan tambang untuk proyek pembangunan tol.
Salah satu warga Kalianget, Handika mengatakan, lalu lintas warga saat ini sudah terganggu serta membahayakan. Akses yang rusak itu sering kali membuat pengendara jatuh.
"Saat ini jalan sudah banyak rusak. Kemudian parahnya lagi sekarang sudah licin. Apalagi sekarang musim hujan, sudah kurang aman kalau dilalui warga," ujarnya dalam rapat DPRD.
Dijelaskan, dirinya sudah sering kali mencari solusi untuk memperbaiki jalan rusak agar warga bisa kembali aman seperti dulu lagi. Namun, hingga saat ini belum ada hasil.
"Terpaksa beberapa hari lalu kami menggelar aksi. Tuntutannya agar ada perbaikan jalan," cetusnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lubawang, Junaidi mengaku resah dengan adanya kegiatan tambang yang beroperasi di Desa Lubawang. Sebab, mereka tidak menepati janji terhadap sewa lahan milik petani.
"Saya menerima keluhan warga, aktivitas tambang yang dikerjakan itu tidak membayar uang sewa kepada warga. Saya tidak tahu bagaimana awal mula perjanjian itu dibuat, tapi warga mengeluhnya ke kades," jelasnya.
Junaidi berharap ada solusi yang pasti untuk keluhan warga tersebut. Sebab, mereka yang merasakan langsung adanya tambang. "Intinya saya ingin warga kami tidak dirugikan kembali," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Situbondo, Arifin mengatakan, DPRD membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga Banyuglugur. Sehingga, ke depan tidak ada persoalan lagi yang mengganggu kondusifitas.
"Kami tadi meminta bagaimana pengusaha tambang memperbaiki jalan yang rusak karena dilalui armada pengangkut material dan disepakati,"jelasnya.
Dikatakan, beberapa kesepakatan lain juga muncul dalam pertemuan rapat. Seperti pemberian CSR kepada warga tersebut.
"Terlihat CSR kami tidak ikut-ikut. Itu menjadi kesepakatan warga dan pengusaha tambang," pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin