RadarSitubondo.id - Jembatan Curah Kalak, Kecamatan Jangkar, sudah mengalami kerusakan. Padahal pekerjanaan preservasi jalan nasional dan drainase tersebut baru berumur sebelas bulan. Minggu (12/1) sebagian jembatan sudah amblas dan drainase ambrol.
Melihat kerusakan jembatan yang cukup membahayakan pengendara, warga melakukan aksi penanaman pohon pisang pada lubang-lubang jembatan. Harapannya, agar pemerintah bisa melihat dan segera melakukan perbaikan.
"Ini baru selesai diperbaiki sekitar Bulan Maret 2024. Belum sampai setahun kok sudah rusak," ujar Nofika Saiful Rahman, salah satu warga Kecamatan Jangkar.
Kerusakan tersebut tentu menjadi kecurigaan bagi masyarakat awam. Sebab, anggaran yang diturunkan pemerintah pasti besar, namun ada bagian jembatan yang sudah rusak.
"Saya yakin, konsultan pengawas dan konsultan perencanaan dari dinas terkait kurang inten di lapangan. Bisa saja hanya menerima laporan di atas meja," ujar Saiful.
Dikatakan, proyek yang dikerjakan kontraktor Bumi Rajendra KSO tidak boleh dibiarkan begitu saja. Anggota DPRD Provinsi harus turun tangan dan melakukan peninjauan secara langsung. Sebab proyek Preservasi Jalan dan Jembatan serupa bukan hanya satu titik.
"Ini proyek yang dikerjakan dari Situbondo ke Banyuwangi. Jembatan lain dan jalan harus ditinjau ulang," pungkas Saiful.
Pengawas Lapangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Situbondo–Banyuwangi Ahmad Hisbullah mengatakan, belum bisa memberi penjelasan secara rinci. Langkah pihaknya akan melakukan identifikasi awal.
"Kami identifikasi dulu, intinya biar penanganannya tepat, banyak faktor penyebab kerusakannya, yang pasti PJ enggak akan mungkin kerja sembarangan," cetus Ahmad. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin