RadarSitubondo.id - Cuaca ekstrem di perairan Kabupaten Situbondo membuat nelayan tradisional tidak berani melaut. Sebagian hanya duduk di gasebo menikmati terpaan angin barat. Ada juga yang curhat ke polisi.
Kasubnit Patwal Air Unit Patroli Satpolairud Polres Situbondo, Bripka Supriyanto mengatakan, rata-rata nelayan di Pelabuhan Kalbut hanya sibuk memarkir perahu dan duduk santai di pinggir pantai.
“Kondisi ombak memang tidak bersahabat sehingga nelayan tidak berani melaut. Yang tidak bekerja hanya duduk santai di pinggir pantai,” ujar Bripka Supriyanto.
Kata dia, kebetulan hari Jumat merupakan jadwal bagi polisi untuk menjumpai nelayan. Tujuannya untuk mendengarkan masukan dan curhatan para nelayan yang tidak bekerja.
"Curhatan nelayan banyak yang banting setir menjadi buruh tani hanya untuk mencukupi kehidupan keluarga selama cuaca ekstrem. Ada yang jadi kuli, ada juga yang bingung cari pekerjaan," kata Bripka Supriyanto.
Mendengar curhatan dari nelayan, polisi berusaha menghibur dan menyelipkan motivasi agar nelayan tetap bersabar. Yang paling ditekankan nelayan jangan sampai melakukan perbuatan yang melanggar aturan atau berbuat kriminal guna mendapatkan uang.
“Karena tugas kami mendengar curhatan ya kami memberi saran agar nelayan tidak bekerja dulu sebelum cuaca bersahabat. Kami juga meminta agar nelayan tidak terpancing nafsu untuk melakukan tindakan kriminal untuk mendapat uang,” kata Supriyanto.
Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, melalui Kasatpolairud AKP Gede Sukarmadiyasa, membenarkan bahwa anggotanya diperintahkan untuk menjadi konselor kepada masyarakat di saat para nelayan tidak bisa bekerja.
"Semoga anggota kami bisa memberikan saran yang solutif kepada masyarakat nelayan untuk mencari nafkah kebutuhan keluarganya yang saat ini masih berlangsung cuaca ekstrem di laut," harap AKP Gede. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin