Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Banjir Bandang Sapu Kendit Situbondo, 10 Ekor Sapi Hanyut Terbawa Banjir, Puluhan Rumah Rusak Berat

Iwan Feriyanto • Rabu, 5 Februari 2025 | 22:53 WIB
RUSAK BERAT: Sejumlah warga mencari barang berharga yang bisa diselamatkan setelah diterjang banjir, di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Selasa (4/2).
RUSAK BERAT: Sejumlah warga mencari barang berharga yang bisa diselamatkan setelah diterjang banjir, di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Selasa (4/2).

RadarSitubondo.id – Banjir bandang kembali menyapu sejumlah desa di Kecamatan Kendit, Situbondo, Senin malam (3/2). Yakni di Desa Tambak Ukir dan Desa Kendit.

Bukan hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga menjadi korban sehingga tak bisa lagi difungsikan secara normal. 

Kantor Kecamatan Kendit, misalnya. Tempat ini juga terendam banjir. Ruangan penuh lumpur. Sebagian berkas penting berupa dokumen fisik rusak. Petugas dibantu warga gotong royong membersihkan material. Akibatnya, pelayanan kepada masyarakat sementara diberhentikan.

"Kemungkinan dalam seminggu ke depan belum bisa melakukan pelayanan," kata Faishol Afandi, Camat Kendit, Selasa (4/2).

Demikian juga SMKN 1 Kendit tak luput dari banjir. Ruang guru dan kelas tergenang air. Beruntung, dokumen penting masih bisa terselamatkan.

“Murid-murid kita liburkan dulu dari aktivitas sekolah. pembelajaran dilakukan dengan cara daring. Aktifitas sekolah akan kembali dimulai ketika genangan air di sekolah surut,” kata salah seorang guru.

Pantauan wartawan Koran ini, banjir bandang di Kecamatan Kendit cukup parah. Ini membuat puluhan warga di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit kehilangan rumah, khususnya mereka yang tinggal di bantaran sungai.

Tempat tinggal mereka rusak berat setelah diterjang air besar. Hanya tersisa pondasi rumah. Sedangkan temboknya sudah hanyut terbawa arus banjir.

Salah satu warga, Supriyanto mengatakan, banjir terparah terjadi di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit. “Di sini ada 35 rumah yang rusak berat. Rata-rata roboh semua dan tinggal pondasinya saja. Begitu juga yang rusaknya tidak terlalu parah juga cukup banyak,” ujarnya, Selasa (4/2).

Dijelaskan, kini warga tidak memiliki tempat tinggal tetap. Untuk kebutuhan istirahat, sementara waktu tinggal di rumah warga lain sambil lalu menunggu bantuan pemerintah.

“Untuk tempat tinggal sementara ngungsi ke rumah tetangga. Karena tidak ada tempat tinggal lain yang bisa mereka gunakan,” cetusnya.

Baca Juga: Banjir Bandang Melanda Desa Sumberwaru Situbondo, 67 Rumah Warga Terendam Air

Supriyanto menambahkan, banjir bandang mengakibatkan puluhan ekor sapi mati terbawa arus. Ini disebabkan pemilik ternak tidak sempat mengevakuasi. Pasalnya, banjir itu terjadi secara tiba-tiba saat hujan deras.

“Perkiraan ada sepuluh ekor sapi yang terbawa banjir. Sulit mau diselamatkan karena arusnya sangat besar,” jelasnya.

Selain itu, Supriyanto menceritakan, bencana awal yang menimpa warga itu terjadi pada pukul 16.00 WIB. Kemudian, air baru surut sekitar pukul 21.00 WIB.

“Saat itu memang hujan deras dan angin kencang. Cuma warga tidak menduga akan terjadi banjir sebesar ini. Karena selama ini volume air sungai itu memang sudah naik turun, tapi tidak seperti yang sekarang ini,” tandasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #Kendit #banjir bandang #rumah rusak #rumah hanyut