Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Banjir Melanda 5 Desa di Tiga Kecamatan Situbondo, 1.558 Rumah Rusak, Tiga Jembatan Putus

Iwan Feriyanto • Kamis, 6 Februari 2025 | 11:12 WIB
PORAK PORANDA: Kondisi rumah milik warga di Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan yang terdampak banjir bandang, Rabu (5/2).
PORAK PORANDA: Kondisi rumah milik warga di Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan yang terdampak banjir bandang, Rabu (5/2).

RadarSitubondo.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo mencatat ada 1.558 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir bandang, Senin (3/2) lalu di tiga kecamatan, yakni kecamatan Kendit, Bungatan dan Mlandingan.

Kondisinya bermacam-macam, ada yang rumahnya terendam air, rusak ringan, rusak sedang, rusak berat dan rusak total. 

Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Sruwi Hartanto mengatakan, kerusakan rumah yang paling parah terjadi di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit lantaran sebagain besar mereka tinggal di bantaran sungai.

Tercatat ada 16 rumah rusak total, kemudian ada 36 rumah yang rusak ringan, lalu 26 rusak sedang dan 34 unit rumah rusak berat dan 116 unit rumah terendam air.

Kemudian, di Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan ada 474 KK yang terdampak banjir. Kasus yang dialami hampir sama, banyak rumah yang terendam air. Lalu ada juga rumah warga yang rusak berat dan beberapa rumah lainnya hanyut di bawa arus banjir.

“Untuk warga yang terdampak banjir di Kecamatan Mlandingan tercatat ada 1.074 KK. Tersebar di Dusun Dusun Meranggi, Dusun Krajan, Dusun Pesisir, dan Dusun Merakan Timur, Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan,” ujarnya, Rabu (5/2).

Pria yang akrab disapa Sruwi itu menyampaikan, hingga saat ini BPBD masih berupaya untuk mengumpulkan data baru bagi para korban banjir. Pendataan ini untuk kepentingan pemerintah dalam menyalurkan bantuan.

“Data yang ada saat ini masih belum final. Tidak menutup kemungkinan ada data baru yang masuk kepada BPBD. Apalagi hari ini (kemarin) terjadi banjir susulan, informasinya ada beberapa rumah warga lainnya yang ikut terdampak, namun lokasinya masih belum kami diketahui,” jelasnya.

Dikatakan, BPBD saat ini masih fokus melakukan penangan banjir, khususnya kepada warga yang terdampak. 

“Sampai sekarang petugas kami stand by di lokasi banjir. Melakukan evakuasi dan penanganan yang terjadi di lapangan,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Bungatan, Yogi Kriptian Sah menyampaikan, banjir bandang tidak hanya mengakibatkan rumah milik warganya rusak.

Namun, beberapa fasilitas umum juga terdampak. Seperti kantor kecamatan, dua kantor desa. Sehingga, tidak bisa beroperasi total lantaran terendam air.

“Untuk fasilitas umum lainnya itu ada tiga jembatan putus, yakni jembatan di Desa Patemon, Desa Sumber Tengah dan Desa Selowogo yang putus,” ungkapnya.

Yogi berharap, ada penanganan khusus untuk memperbaiki jembatan tersebut. Sebab, jembatan yang rusak itu menjadi jalan penghubung antar dusun. “Jembatan yang rusak akses strategis. Setiap hari sering dilalui oleh warga,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #Kendit #banjir bandang #Bungatan #rumah rusak #porak poranda #rumah roboh #Mlandingan