RadarSitubondo.id – Bupati terpilih Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengaku prihatin atas banjir bandang yang menimpa sejumlah tempat di Kabupaten Situbondo.
Ungkapan tersebut tidak hanya untuk warga yang menjadi korban, namun juga bagi pemerintah daerah lantaran tidak optimal dalam melakukan mitigasi bencana. Sebab, bencana alam saat ini sudah terjadi beberapa kali di lokasi yang sama.
Pria yang akrab disapa Mas Rio itu menjelaskan, perencanaan mitigasi masih belum terlihat selama ini. Mulai dari edukasi bencana alam kepada warga serta pencegahan bencana yang sudah dilakukan pemerintah daerah.
“Pertama kita prihatin sekali karena kejadian ini berulang-ulang. Seharusnya kita punya mitigasi plan, tapi saya belum dilantik jadi tidak tahu, itu hanya asumsi semata,” ujarnya, Kamis (6/2) saat mengunjungi korban banjir di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit.
Mas Rio menyampaikan, jika upaya mitigasi sudah maksimal dilakukan pemerintah daerah, setidaknya akan mengurangi dampak yang dialami masyarakat. Namun faktanya peristiwa serupa masih terulang kembali di lokasi yang sama.
“Banjir ini kan berulang ulang. Seharusnya bisa dimitigasi. Arealnya pun berulang ulang bukan tempat yang baru,” ucapnya.
Mas Rio menyatakan, ketika sudah dilantik sebagai bupati periode 2025-2030 nanti, tugas awal yang akan dilakukan adalah mengumpulkan seluruh pihak yang terkait tentang penanganan kebencanaan. Upaya ini untuk mengetahui peta bencana alam di Kabupaten Situbondo.
“Ketika nanti saya sudah dilantik akan memanggil semua pihak untuk mengetahui pola peta bencana seperti apa di Situbondo,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Sruwi Hartanto mengatakan, pihaknya selama ini sudah rutin menggelar edukasi maupun sosialisasi tentang kebencanaan.
Bahkan, pada akhir tahun 2024 sudah dilaksanakan pelatihan penanganan korban bencana di Kecamatan Panji.
“Sasaran kami kepada warga yang memiliki potensi bencana alam. Kemudian, mitigasi kepada ibu-ibu PKK serta sejumlah sekolah di Situbondo,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin