Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Perahu Tenggelam, Tiga Nelayan Mimbo Situbondo Bertahan Hidup Berkat Timba Kecil

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 12 Februari 2025 | 14:41 WIB
KEDINGINAN: Salah satu nelayan dikawal anggota BPBD di pinggir pantai Desa Mimbo, Kecamatan Banyuputih, Selasa dini hari (11/2).
KEDINGINAN: Salah satu nelayan dikawal anggota BPBD di pinggir pantai Desa Mimbo, Kecamatan Banyuputih, Selasa dini hari (11/2).

RadarSitubondo.id - Dua nelayan asal Kecamatan Banyuputih dan satu nelayan Kabupaten Jember dievakuasi dalam keadaan selamat  ke perairan Desa Mimbo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Selasa dini hari (11/2).

Sebelumnya perahu mereka dihantam ombak dan tenggelam di perairan Sapudi, Minggu lalu (9/2) sekitar pukul 15.00.

Tiga nelayan itu adalah Amsa, 50, dan Hamin, 64, warga Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih, dan satu nelayan benama  Nur Salim, 63, asal Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Jember. Ketiganya berangkat bersama dari perairan Mimbo ke tengah laut.

Nah, begitu tiba di posisi memancing, tiba-tiba perahu bagian belakang dihantam ombak besar hingga tenggelam.

Saat itu, tiga nelayan sama-sama mencari cara untuk bertahan hidup.  Hamin berpegangan dengan perahu yang tenggelam.

Sedangkan Nur Salim berpegangan dengan timba penguras air perahu, dan Amsa memakai styrofoam untuk beratahan hidup.

Hamin mengambang di tengah laut sekitar  28 jam dan dua rekannya mengapung di air sekitar 36 jam. Beruntung mereka masih bertahan hidup meskipun kondisinya lemah.

Begitu tiga nelayan berhasil diselematkan oleh nelayan Desa Mimbo, langsung disambut oleh tim medis Puskesmas Banyuputih.

“Tim medis menegaskan tiga nelayan kurang sehat akibat kelelahan dan kekurangan oksigen. tiga nelayan diminta untuk rawat inap di  Puskesmas Banyuputih untuk memulihkan tenaganya,” ungkap Koordinator BPBD Situbondo, Puriyono.

Disebutkan, Kerugian yang dialami oleh tiga nelayan tersebut cukup banyak. Sebab perahunya tenggelam, begitupun alat tangkap ikan.

“Kerugian ya cukup banyak, kalau nominal belum bisa kami sebutkan,  belum sempat konfirmasi pada para korban karena kondisinya kurang baik,” ungkap Puriyono.

Dia menegaskan, bahwa nelayan tersebut kurang memperhatikan kelengkapan laut saat melaut. Alat pengaman seperti baju pengapung tidak dibawa. Padahal baju pengapung sangat dibutuhkan jika terjadi kecelakaan laut.

“Pada nelayan lain agar lebih hati-hati dan menyiapkan alat keselamatan sebelum menjaring ikan ke tengah laut,” pungkas Puritono. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #banyuputih #Pondok Mimbo #nelayan #perahu tenggelam #nelayan selamat