RadarSitubondo.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, Pemukiman (DPUPP) Situbondo mulai membangun jembatan darurat di Dusun Ngabinan, Desa Patemon, Kecamatan Bungatan, Situbondo.
Sebab, jika akses itu tidak segera diperbaiki mengakibatkan ratusan kepala keluarga (KK) semakin lama terisolir.
Plt. Kepala DPUPP Situbondo, Moh. Abdul Rahman mengatakan, banjir bandang, Senin (13/2) lalu mengakibatkan jalan penghubung antar dusun di Desa Patemon, Kecamatan Bungatan lumpuh total.
Pasalnya, jembatan yang rusak itu merupakan akses penghubung satu-satunya. Sehingga ketika tidak bisa dilewati, warga pun tidak bisa kemana-mana.
“Jembatan ini akses satu-satunya. Sehingga perlu dibangun jembatan darurat untuk mobilitas warga keluar masuk dusun Ngabinan, Desa Patemon,” ujarnya, Kamis (13/2).
Rahman menyebutkan, jumlah penduduk yang terdampak akibat jembatan rusak itu cukup besar, jumlahnya mencapai 360 KK lebih.
Sejak banjir hingga saat ini tidak banyak aktivitas yang tak bisa dilakukan. Padahal, selama ini, kehidupan mereka sangat bergantung dengan dusun lain.
“Makanya jembatan ini kami prioritaskan dibangun jembatan darurat. Supaya aktivitas warga Dusun Ngabinan kembali normal,” ungkapnya.
Dikatakan, pembangunan jembatan darurat ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Paling lama tujuh hari sudah selesai. Akan tetapi, ketika cuaca masih cerah dan tidak hujan.
“Rencananya satu minggu sudah selesai. Dan hari ini sudah lima hari kerja,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Ngabinan, Desa Patemon, Muzakki mengatakan, pembangunan jembatan darurat melibatkan warga Ngabinan. Mereka sukarela untuk ikut membantu membuat jembatan baru.
“Semua warga ikut membantu, ada yang laki-laki atau perempuan. Karena mereka sadar kalau pekerjaan jembatan ini hanya dilakukan pemerintah tidak cepat selesai membutuhkan waktu lama. tapi ketika warga terlibat mempercepat pekerjaan,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin