RadarSitubondo.id – Sekitar 600 hektare lahan pertanian terdampak banjir bandang yang menerpa 4 kecamatan di Situbondo, yaitu Bungatan, Mlandingan, Kendit, Sumbermalang, Senin (3/2) lalu.
Lahan tersebut semula ditanami padi oleh petani, bahkan ada juga yang hampir panen. Akibat peristiwa itu, petani dipastikan gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Situbondo, Dadang Aries Bintoro mengatakan, lahan pertanian yang terdampak banjir badang sudah tidak bisa diperbaiki kembali, sehingga harus tanam ulang. Sebab, selain batangnya patah, bulir padi juga sudah busuk tertimbun lumpur.
“Sementara ini ada 600 hektare lahan yang rusak akibat banjir. Di Kecamatan Kendit, Bungatan, Mlandingan, Suboh dan kecamatan lainnya. Saat ini masih dilakukan pendataan secara valid,” ujarnya, Kamis (13/2).
Pria yang akrab disapa Dadang itu menyampaikan, lahan pertanian yang rusak diupayakan bisa ditanami kembali oleh petani.
Namun, mereka tidak perlu membeli bibit padi. Sebab, pemerintah mengajukan bantuan bibit kepada Kementerian Pertanian (Kementan).
“Karena ini rusak parah karena banjir, kami bantu untuk bibitnya. Sehingga nanti beban petani tidak terlalu berat untuk tanam kembali,” jelasnya.
Dikatakan, Pemkab Situbondo saat ini masih melakukan pendataan kepada petani yang lahannya terdampak banjir. Ketika sudah lengkap semua, akan langsung diajukan kepada pemerintah pusat.
“Kami pastikan semua petani yang lahannya terdampak banjir diajukan untuk mendapat bantuan bibit. Saat ini kami masih terus melakukan pendataan di beberapa lokasi banjir,” cetusnya.
Selain itu, Dadang mengaku prihatin dengan musibah yang dialami petani. Mereka tentu punya harapan besar dari hasil pertanian tersebut. Namun saat ini gagal panen.
“Keadaan ini berdampak kepada pemerintah. Karena saat ini kami punya target besar untuk produksi padi,” ungkapnya.
Dijelaskan, tahun 2025 ini target produksi padi di Kabupaten Situbondo sebesar 345 ribu ton. Tentunya harus ada upaya ekstra untuk mencapai target tersebut di tengah kondisi petani yang tertimpa musibah bencana alam.
“Target produksi padi tahun 2025 sebesar 345 ribu ton. Semoga saja ini bisa tercapai maksimal,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin