Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tanggul Semambung Situbondo Jebol, Ratusan KK di Jatibateng Terancam Kehilangan Tempat Tinggal

Iwan Feriyanto • Selasa, 18 Februari 2025 | 11:56 WIB
PAKAI ROMPI: Kepala DPUPP, Ir. Muh. Abdul Rahman, M.Si mengecek tanggul sungai yang jebol di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng.
PAKAI ROMPI: Kepala DPUPP, Ir. Muh. Abdul Rahman, M.Si mengecek tanggul sungai yang jebol di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng.

RadarSitubondo.id – Tanggul sungai di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng jebol akibat banjir, Senin (3/2) lalu.

Ada ratusan kepala keluarga (KK) yang terdampak. Jika tidak segera diperbaiki, mereka terancam kehilangan tempat tinggal ketika terjadi banjir susulan.

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, Pemukiman (DPUPP) Situbondo, Ir. Muh. Abdul Rahman, M.Si mengatakan, aliran sungai tersebut berada di atas gunung.

Di bawah sungai itu ada pemukiman warga. Penduduknya tercatat ada ratusan KK.

“Sekitar 250 KK yang hidupnya terancam ketika tanggul sungai di Desa Semambung itu jebol. Sehingga butuh diperbaiki sebelum ada banjir susulan,” ujarnya, Minggu (16/2).

Dijelaskan, lebar tanggul yang jebol sepanjang 2,5 meter. Kemudian, tingginya sekitar 150 meter. Aliran sungai berasal dari pegunungan.

Sungai tersebut semula banyak dimanfaatkan oleh warga untuk mengairi lahan pertanian.

“Banjir tidak hanya membuat tanggul jebol, tetapi juga menyebabkan lahan pertanian tergerus membuat sungai tambah lebar,” cetusnya.

Rahman menyampaikan, saat ini DPUPP membuat tanggul darurat. Perbaikan tersebut untuk mencegah air masuk ke pemukiman warga. Sebab, jika tidak segera dibangun tanggul baru, dikhawatirkan ada banjir susulan.

“Saat ini tanggul sudah diperbaiki. Namun, belum dibangun seperti semula menggunakan beton. Tanggul dibangun menggunakan tumpukan batu yang ada di sungai. Sifatnya hanya sementara, yang penting air tidak masuk ke rumah warga,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Jatibanteng, Fadnur Rahman, S.Sos mengatakan, kerusakan tanggul sungai tersebut baru pertama kali terjadi.

Ini akibat volume air tiba-tiba tinggi sehingga merusak bangunan. Dampaknya, penduduk yang ada di bawah sungai terendam air.

“Saat tanggul jebol rumah warga tergenang air. Kemudian, lahan pertanian juga terdampak. Makanya butuh untuk segera diperbaiki,” jelasnya.

Dikatakan, perbaikan tanggul ini masih butuh tindak lanjut. Pasalnya, bangunan yang jebol hanya ditutup menggunakan tumpukan batu. Butuh perbaikan total agar bisa lebih kokoh menahan aliran air.

“DPUPP memang sudah membangun tanggul, tapi sifatnya sementara. Sehingga butuh tindak lanjut untuk pembangunan tanggul yang baru yang lebih kokoh,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #jatibanteng #banjir bandang #tanggul jebol