Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ratusan Hektare Sawah di 4 Desa di Situbondo Kekurangan Air, Ini Penyebabnya

Iwan Feriyanto • Jumat, 21 Februari 2025 | 13:26 WIB
TURBA: Anggota fraksi PKB, Suprapto didampingi warga mengecek bekas tambang di Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kamis (20/02).
TURBA: Anggota fraksi PKB, Suprapto didampingi warga mengecek bekas tambang di Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kamis (20/02).

RADAR SITUBONDO – Ratusan lahan pertanian di Kecamatan Kendit, Situbondo, Jawa Timur, kekurangan air. Penyebabnya, saluran irigasi tertutup material tambang. Sehingga, tidak mampu berfungsi maksimal.

Data yang diterima Jawa Pos Radar Situbondo, ada 700-800 hektare sawah yang kekurangan air. Lokasinya tersebar di empat desa, yakni Desa Bugeman, Balung, Kendit dan Klatakan. Jika terus dibiarkan, petani tidak bisa mendapatkan hasil panen maksimal.

Salah satu petani, Andika mengatakan, saluran irigasi tertutup sebagai dampak aktifitas tambang. Sebab, sebelum ada kegiatan tersebut, petani tidak pernah kesulitan mendapatkan pasokan air.

“Ini materialnya dari tambang, lalu dibawa air dan akhirnya menutup saluran irigasi. Akhirnya kami yang dirugikan dengan adanya tambang tersebut,” ujarnya, Kamis (20/02).

Sementara itu,  Anggota Fraksi PKB, Suprapto mengatakan, kasus tersebut sudah lama terjadi. Namun, petani tidak segera melaporkan kepada DPRD.

Selama ini mereka hanya mengadu kepada HIPPA dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, Pemukiman (DPUPP). Namun belum juga ada tindakan perbaikan.

“Saya baru tahu kalau ada persoalan irigasi tertutup material tambang. Kalau seandainya warga lebih awal memberi tahu kepada DPRD, pasti masalah irigasi ini bisa diperbaiki lebih cepat,” jelasnya.

Suprapto mengaku cukup kesulitan memperbaiki saluran irigasi tersebut. Ini disebabkan aktivitas tambang. Yang bertanggungjawab penuh seharusnya pemilik tambang. 

“Masalahnya sekarang pemilik tambang tidak ada. Apalagi tambangnya sendiri sekarang sudah tidak beroperasi,” ucapnya.

Dijelaskan, DPRD akan berkoordinasi dengan Pemkab Situbondo dalam waktu dekat. Tujuannya mencari solusi agar tanah yang menutupi saluran irigasi bisa keruk sehingga bisa normal kembali.

“Yang jelas kami akan komunikasi dengan DPUPP masalah saluran irigasi ini. Secepatnya bisa segera ada hasil yang baik. Supaya bisa diperbaiki agar air bisa mengalir normal,” cetusnya.

Suprapto berharap pemkab bisa mengambil langkah tepat. Sehingga keluhan petani bisa ditangani dengan cepat. Jika tidak segera diperbaiki akan mengakibatkan petani merugi.

“Petani sekarang membutuhkan pasokan air banyak untuk mendukung pertumbuhan padi. Kalau kekurangan, hasilnya kecil dan beratnya pun juga tidak seberapa,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #Kendit #sawah #gagal panen #kekurangan air #bekas tambang #longsor #Tersumbat