Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Sebut Fasilitas Alun-Alun di Kota Situbondo Belum Ramah Difabel

Iwan Feriyanto • Jumat, 28 Februari 2025 | 13:29 WIB
DIDORONG: Salah seorang pedagang di membawa gerobaknya ke dalam Alun-Alun Situbondo, Kamis (27/2).
DIDORONG: Salah seorang pedagang di membawa gerobaknya ke dalam Alun-Alun Situbondo, Kamis (27/2).

RADAR SITUBONDO – Pemkab Situbondo dinilai belum maksimal menyediakan fasilitas umum yang ramah difabel. Setidaknya itu bisa dilihat di Alun-alun Kota Situbondo.

Pembangunan trotoar jalan dibikin lebih tinggi dari jalan raya. Ini mengakibatkan sejumlah difabel kesulitan mengaksesnya.

Salah satu orang tua difabel, Natali mengaku sudah menyampaikan persoalan tersebut ke Pemkab Situbondo agar di Alun-Alun disediakan akses yang memudahkan para difabel, terutama yang menggunakan kursi roda. Tetapi, sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya.

“Saya kan tergabung di PPDiS mengusulkan Alun-Alun itu trotoarnya di perbaiki. Karena trotoar yang ada sekarang terlalu tinggi, jadi kami kesulitan untuk melewatinya,” ujarnya, Kamis (27/2).

Disebutkan, selain trotoar jalan yang tidak sesuai dengan standar, bangunan jalan miring juga tidak sesuai. Sehingga masih belum aman bagi difabel. Terlalu tinggi dan licin. Sehingga kesulitasn sekali ketika harus datang ke Alun-Alun dengan kondisi tersebut.

“Selain tidak ramah untuk difabel, juga berbahaya bagi warga lainnya. Terutama bagi warga lanjut usia. Mereka butuh akses yang mudah yang bisa dilalui dengan aman,” ucapnya.

Natali berharap, Pemkab memperbaiki ulang trotoar jalan di Alun-Alun Situbondo. Sehingga para difabel juga bisa memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik seperti masyarakat lain yang non difabel.

“Tentu kami ingin fasilitas umum yang dibangun pemkab ramah difabel. Mereka juga memiliki hak yang sama untuk menikmati fasilitas tersebut,” harapnya.

Ditambahkan, beberapa trotar jalan lainnya juga masih belum ramah difabel. Selain bangunannya tinggi, juga banyak dipakai untuk berdagang dan lainnya. Sehingga banyak yang memilih untuk berjalan di jalan raya.

 “Kadang kala kita melintas di jalan raya itu ditegus pengendara motor. Katanya disuruh kepinggir menggangu jalan kendaraan. Padahal posisi saya dan anak saya sudah minggir,” tandasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #berkebutuhan khusus #ramah difabel #alun-alun #disabilitas