RADAR SITUBONDO – Sampah memenuhi Sungai Sonok tepatnya di Jembatan Kol-Kol Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Sigtubondo. Kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih minim.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Situbondo, Drs. H. Akhmad Yulianto, M.Si mengatakan, masyarakat masih menggunakan sungai untuk membuang sampah.
Padahal sudah disediakan tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Namun, tempat tersebut justru tidak dimanfaatkan dengan baik.
“Sungai sonok jadi gambaran bahwa banyak warga membuang sampah ke sungai. Untuk itu kami bersihkan agar tidak mencemari lingkungan,” ujarnya, Jumat (28/2).
Disebutkan, sampah yang dibersikah beratnya mencapai puluhan kuintal. Diangkut menggunakan kendaraan roda tiga ke tempat pembuangan akhir (TPA). Ada tiga unit kendaraan yang dipakai untuk mengangkut sampah tersebut.
“Sampah yang paling banyak itu sampah popok bayi. Lalu sampah rumah tangga dan sampah lain yang sudah kami bersihkan,” ucapnya.
Pria yang akrab disapa Yuli itu menyampaikan, kondisi sampah yang menumpuk di Sungai Sonok ini tidak perlu menunggu waktu lama. Bisa-bisa beberapa hari kemudian akan ada lagi meskipun baru saja dibersihkan.
“Kita sudah sering membersihkan sampah di Sungai Sonok. Jadi tidak perlu menunggu waktu satu minggu, kadang kala beberapa hari sudah banyak lagi. Kalau sudah menumpuk pasti kita langsung bersihkan,” jelasnya.
Dikatakan bahwa selama masyarakat Situbondo masih menilai sungai sebagai tempat pembuangan sampah, maka jangan heran kalau aliran sungai banyak ditemukan tumpukan sampah.
Padahal, pemerintah sudah menggalakkan sosialisasi untuk mencegah hal tersebut. Bahkan memasang pagar pada jembatan untuk mencegah buang sampah ke sungai.
“Perlu kesadaran diri untuk tidak membuang sampah di sungai. Kembali kepada pribadi orang masing-masing sebetulnya. Jika sadar bahaya membuang sampah ke sungai pasti tidak akan dilakukan,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin