RADAR SITUBONDO - Dua rumah di dekat Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah Dusun Sukorejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo hangus terbakar, Selasa (4/3) dini hari.
Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai lebih dari Rp 500 juta.
Percikan api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian dapur rumah Ustadzah Hamidiyah. Api terus membesar tak terkendali.
Pada saat api berkobar, Haris Syaifudin anak angkat Ustadzah Hamidiyah, langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Material rumah yang semi permanen membuat api semakin mudah terus membesar. Bahkan, kemudian merembet ke rumah Wajid, tetangga Ustadzah Hamidiyah.
Melihat kobaran api yang kian mengerikan, warga setempat berdatangan berusaha memadamkan dengan alat seadanya. Namun usaha mereka sia-sia, sebab api sudah menguasai dua rumah.
Beruntung, tidak lama kemudian petugas pemadam kebakaran (damkar) wilayah Kecamatan Asembagus dan Mako Situbondo Kota tiba di lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.
Si jago merah baru bisa dijinakkan dua jam setelah dilakukan pemadaman. Dua rumah 20 x 12 meter dan 12 x 6 meter rusak parah.
“Api sulit dipadamkan, baru berhasil dipadamkan setelah mengerahkan dua armada mobil damkar,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Sruwi Hartanto.
Kata Sruwi, kerugian materi mencapai sekitar Rp 500 juta. Dengan rincian Ustadzah Hamidiyah Rp 300 juta dan Pak Wajid Rp 200 juta.
Harta benda yang hangus terbakar antara lain satu unit sepeda motor listrik, sepeda motor Revo, mesin cuci, TV, empat kulkas, baju. Termasuk juga surat-surat penting tak bisa tertolong.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, kebakaran muncul dari dapur diduga kuat akibat korsleting listrik. Informasi lebih pasti masih menunggu hasil penyeliidikan dari penyidik Polres Situbondo,” pungkas Sruwi. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin