Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Berikut Tempat Prostitusi di Situbondo yang Tetap Buka Selama Ramadhan

Moh Humaidi Hidayatullah • Kamis, 20 Maret 2025 | 05:20 WIB
Sejumlah pengemudi melintas di papan besar yang menjadi pintu masuk menuju Lokalisasi Bandengan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, belum lama ini.
Sejumlah pengemudi melintas di papan besar yang menjadi pintu masuk menuju Lokalisasi Bandengan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, belum lama ini.

RADAR SITUBONDO - Sejumlah tempat eks lokalisasi di Kota Santri Situbondo masih tetap beroperasi.

Terbukti banyak pria hidung belang yang keluar masuk dari tempat maksiat tersebut, baik di warung remang-remang wilayah Panji, eks tempat esek-esek Gunung Sampan dan Bandengan.

Malam itu, pukul 21.00, pemandangan warung remang-remang di sepanjang Jalan Desa Kotakan, Kecamatan/Kota Situbondo tampak tertutup rapat. Lampu luar mati. Tapi sebagian warung masih ada yang menghidupkan lampu kamar.

Yang membuat situasi cukup ramai adalah banyaknya pemuda yang berada di pinggir jalan sisi sebelah timur. Setiap ada lampu kendaraan, mereka membuang muka agar wajahnya tidak terlihat. Pandangannya rata-rata tertuju ke arah warung remang-remang.

Sejumlah pria tampak keluar-masuk warung secara bergantian. Mereka tidak ngopi, tiba-tiba masuk dan keluar. Orang ngopi paling sebentar 30 menit hingga satu jam. Nah, pria yang masuk tersebut belum terhitung 30 menit sudah keluar.

Sementara itu, di eks lokalisasi Gunung Sampan (GS), modusnya masih seperti tahun lalu. Semua pintu tertutup. Lampu padam.

Tapi setiap kamar yang dihuni pekerja seks komersial (PSK), ternyata menyala. Itu pun pakai lampu warna sehingga tidak terlalu memancarkan cahaya.

Untuk menggunakan jasa PSK juga tidak terlalu ribet. Setiap pendatang bakal disambut tukang parkir, dan sejumlah pria yang bertugas menjadi perantara bertemunya PSK dengan pengunjung. U

sai bayar uang parkir Rp 5 ribu, pria hidung belang tinggal meminta bookingan sesuai selera kepada germo.

Begitu ditanya oleh Germo tak perlu sungkan, langsung jawab. Jika hanya mengaku ingin mencari tempat ngopi, maka bakal diajak kembali ke gerbang. Kalau sudah bilang ingin cari cewek, langsung ditanyakan selera yang diinginkan.

“Kalau mau ngopi saja di dalam tidak ada, ngopi di luar saja, tempat parkiran,” ujar salah satu Germo, pada Koran ini, Selasa malam (18/30).

Untuk masuk ke kamar, pengunjung harus melakukannya sembunyi-sembunyi. Ada yang dimasukkan dari jendela, ada juga yang masuk dari pintu belakang.

Saat di dalam, pengunjung langsung ditarik ke dalam satu kamar untuk membicarakan harga. Jika harga sesuai, bisa langsung ekskusi.

“Mau main kok masih tanya harga, bukannya sudah tahu? Kalau tidak Rp 300 tidak bisa main. Cari lain saja,” ujar salah satu PSK yang enggan menyebut nama dan alamat kepada jurnalis Radar Situbondo, Selasa malam (18/30). (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #eks lokalisasi #Bandengan #bulan ramadan #kota santri #Gunung Sampan