RADAR SITUBONDO - Praktik tercela selama Bulan Ramadhan juga terjadi di eks Lokalisasi Bandengan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo.
Namun kondisi tempat maksiat tersebut sepi pengunjung, dampak banjir yang terjadi beberapa hari lalu.
Pantauan Koran ini, situasi di Bandengan beda dengan tempat esek-esek yang lain. Situasinya lengang.
Sejumlah warung kopi memang tetap buka seperti biasa, namun pekerja seks komersial (PSK) hanya sibuk main ponsel sambil berbaring.
“Kalau mau cari cewek muda di sini sudah tidak ada. Ada, tua-tua. Itu pasti mau melayani, ngopi di sana saja, itu bagus gemuk orangnya,” ujar seorang kakek berinisial U, 65, kepada jurnalis Radar Situbondo sambil menunjuk perempuan yang ditawarkan, Selasa (19/3).
Kakek tersebut sempat meminta Koran ini untuk ngopi di rumahnya. Tapi yang dijual sebatas kopi tanpa perempuan penghibur. “Di sini (rumah kakek) jual kopi juga, tapi tidak ada ceweknya,” tegas U sambil tertawa.
Dikatakan, PSK yang bertahan di area Bendengan saat ini kurang lebih hanya tinggal empat orang. Yang lain banyak pulang ke rumahnya masing-masing akibat belasan rumah di Bandengan kena banjir.
“Akibat banjir banyak PSK yang pulang. Sekarang sebenarnya tetap buka, tapi pengunjungnya sepi, ya karena tidak ada cewek mudanya,” ucap U.
Kondisi halaman rumah-rumah di Bandengan cukup memprihatinkan. Tanahnya masih basah dan becek. Isi rumahnya pun belum sepenuhnya dibersihkan.
Mulai lumpur, baju basah, dan perabotan yang rusak tetap berantakan. Jalan untuk masuk ke gang prostitusi tersebut juga menakutkan. Sebab separo jalannya ambrol.
“Pendatang baru takut mau masuk, orang sini saja juga khawatir saat lewat. Mungkin kalau ada banjir susulan jalannya bakal tertutup,” tutup U.
Kabid Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah (PPUD), Hardiana mengaku sudah ada tim gabungan yang terdiri dari anggota Satpol PP, dan anggota Polres Situbondo, aktif melakukan patroli ke tempat prostitusi.
“Selama Bulan Ramadhan Satpol PP melaksanakan giat penertiban tempat-tempat usaha yang disinyalir sering dijadikan tempat prostitusi, giat tersebut melibatkan instansi vertikal Polres dan Kodim 0823,” tegas Hardiana.
Ditanya hasil patroli, tim gabungan sudah mengamankan salah satu PSK yang tidak mendengarkan intruksi agar menutup total kegiatan prostitusi selama Bulan Ramadhan.
Namun tak dirinci berapa orang yang sudah diamankan dan diberi pembinaan selama Ramadhan. “Ada,” pungkas Hardiyana. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin