RADARSITUBONDO.ID – Wilayah Situbondo diperkirakan mengalami cuaca buruk akibat pergantian musim hujan ke musim kemarau.
Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo mengimbau warga untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem.
Koordinator Pusdalop pada BPBD Situbondo Puriyono mengatakan, cuaca buruk diperkirakan terjadi sejak hari ini (3/4) hingga 12 April mendatang.
Selama sembilan hari itu berpotensi terjadi hujan deras dan angin kencang.
”Waspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan puting beliung,” ujarnya, Rabu (2/4).
Puriyono menyebutkan, selain Situbondo ada sejumlah daerah lain yang berpotensi mengalami cuaca buruk.
Di antaranya Jombang, Lamongan, Madiun, Kota Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, dan Banyuwangi.
Selain itu, cuaca ekstrem juga berpotensi melanda wilayah Bojonegoro, Kota Madiun, Gresik, Kabupaten Jember, Kediri, dan Kota Malang.
Tidak hanya itu, wilayah Lumajang, Magetan, Malang, Mojokerto, Pacitan, Probolinggo, Kota Probolinggo, Sidoarjo, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung juga berpotensi dilanda cuaca ekstrem.
Pun demikian dengan Kota Batu, Bondowoso, Kota Kediri, Pasuruan, Ponorogo, dan Sumenep.
Puriyono menyampaikan, dampak cuaca ekstrem mengakibatkan ombak tinggi hingga satu meter serta berpotensi terjadi banjir, tanah longsor, dan banjir rob.
”Potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan dampak bencana, khususnya pada wilayah yang rentan terhadap banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang,” jelasnya.
Puriyono mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan untuk melanjutkan perjalanan saat cuaca ekstrem terjadi.
Dia juga mengimbau warga selalu mengutamakan keselamatan. (wan/sgt/c1)