RADAR SITUBONDO - Pria yang mengaku menjadi korban begal di jalan raya pantura Kapongan Kabupaten Situbondo rupanya bohong.
Pria yang diketahui bernama Jamaluddin (30) tersebut sebelumnya mengaku dibegal.
Ia bahkan sampai luka di kepala dan mengaku handponenya hilang.
Belakangan, diketahui bahwa keterangan pria tersebut tidak benar alias memberikan keterangan palsu.
Hal ini disampaikan oleh Kasi Humas Polres Situbondo, AKP Achmad Soetrisno, Selasa (22/4).
Baca Juga: Pemasangan Teknologi Mengiringi Pembangunan Tol Probowangi untuk Masyarakat Situbondo dan Sekitarnya
Dari keterangan yang diterima Radarsitubondo.id, Jamal bukan merupakan korban begal, tetapi terjatuh sendiri dari motor.
Ia jatuh karena mengendarai motor dalam kondisi mabuk usai pesta minuman keras (miras) bersama teman-temannya.
Saat dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan banyak kejanggalan, akhirnya korban mengaku dalam kondisi mabuk.
Itu juga dibenarkan oleh keterangan pemilik Cafe serta teman korban saat pesta miras.
Untuk luka robek yang dialami korban Jamaluddin bukan akibat pukulan benda keras melainkan karena terjatuh dan kepalanya terantuk batu-batu yang ada di lokasi
Hal ini juga didukung keterangan petugas puskemas yang merawat luka korban itu akibat terjatuh dari sepeda motor yang dinaikinnya dikarenakan masih dalam kondisi mabuk.
Baca Juga: Kunjungan ke TN Baluran Situbondo hingga Kawah Ijen Ditargetkan Meningkat saat Tol Probowangi Rampung
Lalu, orang tua korban juga menerangkan bahwa memang setelah mengetahui sesuai pengakuan anaknya dibegal dengan cara dipukul dari belakang tidak percaya karena menolak untuk membuat laporan polisi dan mengetahui karakter anaknya selama ini adalah suka berbohong.
Sedangkan, terkait HP Realme C11 milik korban yang dilaporkan dirampas oleh begal juga tidak benar, dan yang benar adalah HP-nya hilang saat mabuk berat.
Sebelumnya, Jamal diberitakan dibegal oleh dua orang. Ia mengaku dipukul dari belakang dan HP-nya dirampas.
Tetapi semua keterangan tersebut bohong atau tidak benar, sebagaimana yang disampaikan polisi.
"Hasil pemeriksaan, korban sudang mengakui semua bahwa kejadian begal adalah bohong," tegas Soetrisno.
Motif Jamal berbohong karena takut pada orang tuanya karena telah berpesta miras.(*)
Editor : Ali Sodiqin