RADARSITUBONDO.ID – Kerusakan rumah dan fasilitas umum akibat gempa bumi yang melanda Situbondo terus bertambah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mencatat total 118 rumah warga mengalami kerusakan.
Angka ini naik signifikan dibanding laporan sebelumnya. Selain rumah, masjid, musala, dan satu pesantren ikut terdampak.
Fakta tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Situbondo, Sruwi Hartanto saat mendampingi Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meninjau rumah-rumah terdampak gempa.
"Dari laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), sudah ada 118 rumah dan fasilitas umum yang terdampak gempa. Sementara kemarin, laporan masih mencatat 99 kerusakan,” ujar Sruwi, merujuk data peningkatan jumlah bangunan terdampak.
Dikatakan Sruwi, penanganan terhadap fasilitas umum yang terdampak akan dibahas lebih lanjut bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
"Apakah penanganannya nanti akan diserahkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki fungsi dan kemampuan untuk menangani hal tersebut, masih akan dibahas. Sementara itu, untuk rumah warga, Bupati akan menggunakan Belanja Tak Terduga (BTT),” jelasnya.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo bergerak cepat dengan mengunjungi rumah-rumah warga terdampak gempa, termasuk rumah milik Rusnawati dan beberapa warga lainnya di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih.
"Desa ini menjadi wilayah yang mengalami kerusakan terparah,” ucap Bupati Rio saat meninjau rumah Rusnawati yang dua kamarnya roboh akibat dikoyak gempa bumi.
Bupati memastikan pemerintah daerah akan segera melakukan perbaikan. "Tenang, nanti akan segera kami perbaiki ya, Bu,” ujar Bupati sembari menenangkan warganya.
Gempa dengan Magnitudo 5,7 tersebut terjadi pada Kamis sore (25/9). Hingga kini, jumlah rumah dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan masih terus bertambah dan menjadi perhatian serius dari Pemkab Situbondo. (rif/aif)
Editor : Ali Sodiqin