RADARSITUBONDO.ID - Ratusan nasabah yang menjadi korban dugaan penipuan oleh CT, oknum Bank Pemerintah Unit Besuki, mendapat perhatian khusus.
Beberapa hari lalu (25/9) anggota fraksi Golkar menemui sejumlah korban untuk mendengar langsung keluh kesah warga yang dirugikan.
Ketua Fraksi Golkar Situbondo, Rahmad mengatakan, setelah mendapat keluhan dari warga Desa Widoro Payung, Kecamatan Besuki, pihaknya mendatangi warga untuk mendengar keluhannya.
“Yang kami temui ada lima orang, tapi dalam pertemuan berikutnya kami usahakan ada 50 orang yang bisa ditemui untuk menceritakan peristiwa yang menimpanya,” ujar Rahmad, (29/9).
Dikatakan, masih banyak korban yang takut untuk bersuara.
Korban merasa tidak memiliki bukti untuk mengungkap kasus dugaan penipuan yang telah dilakukan oleh oknum karyawan Bank Plat Merah.
“Sebagian masih takut untuk kumpul, karena korban mengetahui dengan uang yang keluar dan mereka ikut tanda tangan, tapi mereka hanya diberi upah,” ungkap Ramhad.
Mereka yang sudah melunasi hutang, berharap agar agunannnya segera dikembalikan.
Namun tidak bisa diambil karena agunan tersebut tidak masuk ke Bank BUMN tersebut dan diduga kuat dibawa kabur oleh CT. Seharusnya CT tidak langsung di-PHK sebelum kasusnya terselesaikan.
“CT ini biasanya tidak serta merta di-PHK, harusnya ada pertanggungjawaban dulu. Ini kan menyangkut uang negara juga,” imbuh Rahmad.
Dia menegaskan, bahwa dirinya akan benar-benar mengawal kasus tersebut sampai tuntas.
Upaya yang sudah dilakukan adalah mengumpulkan, dan Fraksi Golkar juga sudah mengumpulkan sejumlah pengara untuk ikut mendiskusikan.
“Kami juga sudah kumpulkan pengacara untuk membahas korban oknum karyawan Bank,” pungkas Rahmad. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono