RADARBANYUWANGI.ID – Kepergian Pendeta Marojahan S. Sijabat selaku ayah dari public figure ternama yakni Jerome Polin meninggalkan luka mendalam, namun juga jejak keteladanan yang kuat bagi banyak orang.
Bagi Jerome Polin, dan kedua saudara nya Jehidan serta Jesferrel, sang ayah merupakan sosok panutan yang menanamkan nilai disiplin dan keimanan sejak kecil.
Banyak yang percaya, keberhasilan Jerome di dunia pendidikan dan digital tak lepas dari peran besar sang ayah.
Semasa hidup, Pdt. Marojahan dikenal sebagai figur rohani yang rendah hati dan dekat dengan jemaat.
Baca Juga: X6B Plus Kalahkan Pendahulunya? Ini Upgrade dan Downgrade
Gereja GKI Darmo Satelit Surabaya, tempat beliau melayani, menjadi saksi dedikasinya selama bertahun-tahun.
Tak heran, kabar kepergiannya memunculkan gelombang duka yang meluas.
Jerome sendiri dikenal sebagai anak yang sangat dekat dengan keluarganya. Dalam banyak kesempatan, ia sering bercerita tentang bagaimana ayahnya selalu mendorongnya untuk belajar, tidak menyerah, dan selalu mengandalkan Tuhan.
Kini, kenangan itu menjadi pengingat yang indah. Di balik popularitasnya sebagai YouTuber dan pengusaha muda, ada didikan seorang ayah yang selalu menanamkan makna integritas dan kasih.
Baca Juga: Tips & Trik Memaksimalkan Fitur Moto X70 Air, Smartphone dengan Ketebalan 6mm!
Kabar duka yang disampaikan lewat unggahan resmi gereja pun memantik simpati dari publik. Ribuan pesan doa membanjiri kolom komentar di media sosial, menyebut sang pendeta sebagai sosok yang telah memberi inspirasi bagi banyak orang, bahkan yang tak pernah mengenalnya secara langsung.
Baca Juga: Tipis Tapi Tangguh! Moto X70 Air Hadir dengan Baterai 4.800mAh di Bodi 6mm
Mungkin tubuh sang ayah telah tiada, namun nilai-nilainya akan terus hidup dalam diri anak-anaknya, dan dalam hati mereka yang pernah tersentuh oleh kasih dan keteladanan seorang pendeta yang sederhana. (*)
Editor : Ali Sodiqin