RADARSITUBONDO.ID - Masih ingat dengan Kakek Masir, 71, terpidana pencurian lima ekor burung cendet? Pria asal Dusun Sekar Putih, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, tersebut meninggal dunia, Selasa (10/2). Diduga kuat akibat penyakit asmanya kambuh.
Informasi dihimpun Jawa Pos Radar Situbondo, pria yang mendapat julukan Kakek Cendet tersebut sudah masuk RSUD Asembagus, Senin lalu (9/2) akibat penyakit asmanya kambuh. Setelah dua hari menjalani rawat inap, meninggal dunia.
“Nafas bapak terasa berat hingga dibawa ke Puskesmas lalu dirujuk ke RSUD Asembagus, dua hari jalani rawat inap. Bapak saya meninggal di RSUD, sekitar pukul 12.00. Sore langsung dimakamkan,” ujar ustad Rumandi, putra kakek Masir.
Rumandi mengaku, penyakit asma kakek Masir memang sudah kambuh dua hari setelah keluar dari tahanan. Bahkan saat di dalam tahanan sempat mengeluh penyakitnya juga kambuh.
“Kakek Masir sudah meninggal. Pesan terakhir dari bapak hanya nitip istrinya pada anak-anak. Anak-anak juga diminta tidak bertengkar,” kata Rusmandi.
Dikatakan, keluarga besar kakek Masir menyampaikan banyak terimakasih kepada masyarakat yang sudah memberikan dukungan kepada Kakek Masir saat menghadapi persoalan hukum. Baik dari pemerintah, media dan LSM.
“Salam saya pada semua pihak yang pernah mendukung kebebasan kakek Masir mohon maafkan kakek Masir,” pungkasnya. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono