Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Profil Lengkap Muhammad Suryo, Bos Rokok HS yang Terlibat Kecelakaan Maut di Kulon Progo

Agung Sedana • Senin, 2 Maret 2026 - 11:52 WIB

Ilustrasi pabrik rokok
Ilustrasi pabrik rokok

RADAR SITUBONDO - Nama bos HS dan pemilik rokok HS, Muhammad Suryo, kembali menjadi perhatian publik setelah kejadian kecelakaan di ruas Purworejo–Wates, Kulon Progo, Minggu (1/3/2026).

Di luar peristiwa tersebut, sosok pengusaha asal Lampung ini diketahui memiliki perjalanan bisnis yang cukup panjang sebelum mendirikan industri rokok yang kini berkembang pesat.

Diketahui, bos HS itu lahir di Lampung pada tanggal 27 Maret 1984. Masa kecil hingga lulus SMA dihabiskan di Lampung Timur.

Setelah itu, keluarganya sempat menetap di Bengkulu sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan sarjana di Yogyakarta. Kota pelajar tersebut menjadi titik awal ia mulai membangun usaha secara mandiri.

Karier bisnis bos HS dan pemilik rokok HS bermula dari usaha air isi ulang. Dari sektor tersebut, ia memperluas jaringan usahanya ke bidang konstruksi, minyak dan gas, properti, hingga maskapai penerbangan.

Diversifikasi tersebut akan menjadi cikal bakal terbentuknya Surya Group sebagai payung sejumlah lini usaha yang ia kelola.

Nama bos HS dan pemilik rokok HS semakin dikenal luas setelah didirikannya pabrik rokok HS pada tahun 2024 di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.

Pada tahap awal, pabrik tersebut beroperasi dengan sekitar 30 tenaga buruh linting. Kebijakan rekrutmen yang diterapkan terbilang terbuka karena tidak membatasi syarat ijazah, usia, maupun pengalaman kerja.

Ekspansi tak henti-hentinya di Magelang. Bos HS dan pemilik rokok HS juga membangun fasilitas produksi di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur. Pabrik ini disebut sebagai bentuk kontribusi terhadap daerah kelahirannya.

Operasional pabrik HS di Lampung Timur ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026 dengan kebutuhan tenaga kerja sekitar 3.000 orang.

Proses rekrutmen akan memprioritaskan warga sekitar, termasuk pekerja difabel. Selama masa pelatihan, calon pekerja direncanakan menerima uang saku sebagai bentuk dukungan.

Perjalanan usaha bos HS dan pemilik rokok HS menunjukkan perluasan lintas sektor dalam waktu yang relatif singkat.

Di tengah pertumbuhan bisnis tersebut, masyarakat kini juga menyoroti perkembangan terbaru terkait peristiwa kecelakaan yang melibatkan dirinya.

Editor : Agung Sedana
#bos hs #pemilik rokok hs