RADARSITUBONDO.ID - Banjir kembali merendam organisasi warga di RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Ketinggian udara dilaporkan mencapai hingga 1,5 meter pada Minggu pagi (8/3) setelah hujan deras mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu (7/3) malam.
Genangan udara yang cukup tinggi ini disebabkan oleh kombinasi curah hujan dengan intensitas tinggi serta luapan Kali Sunter yang melintas di sekitar kawasan tersebut. Warga di sejumlah rukun tetangga (RT) pun harus bersiaga menghadapi potensi kenaikan air.
Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 04 Cipinang Melayu, Subagyo, mengatakan ketinggian udara bervariasi di setiap RT. Namun, beberapa titik mencatat pengumpulan yang cukup dalam hingga mencapai 150 sentimeter.
“Ketinggian udara terdalam di RT 4 dan RT 2 sekitar 1,5 meter. Kalau RT 3 ada yang satu meter dan sekitar 60 sentimeter,” kata Subagyo saat ditemui di lokasi banjir, Minggu.
Baca Juga: Perjalanan Karier Vidi Aldiano: Dari Penyanyi Muda hingga Ikon Pop Indonesia
Menurut Subagyo, ketinggian air saat ini merupakan peningkatan dari akuarium yang sudah mulai terjadi sejak Sabtu malam. Curah hujan yang terus berlangsung membuat debit udara meningkat signifikan.
Selain itu, banjir juga diperparah oleh kiriman udara dari wilayah hulu Kali Sunter yang mengalir menuju Jakarta Timur.
"Untuk banjir kali ini karena curah hujan sejak Sabtu pagi sampai sekarang masih hujan. Selain itu, ada kiriman air dari hulu Sunter, sehingga sekitar pukul 03.00 dini hari air naik sangat cepat," jelasnya.
Kondisi tersebut membuat warga yang tinggal di Bantaran Kali harus lebih waspada karena kenaikan air terjadi dalam waktu yang relatif singkat.
Baca Juga: Riwayat Pengakuan Vidi Aldiano Awal Mengidap Kanker Ginjal
Subagyo menjelaskan, banjir paling parah terjadi di wilayah yang berada dekat dengan Bantaran Kali Sunter. Di kawasan tersebut, beberapa rumah warga bahkan hampir terendam hingga setinggi dua meter.
Sedikitnya enam RT di RW 04 Cipinang Melayu terdampak menampung udara dengan ketinggian bervariasi.
Sebagian besar warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing sambil menjaga perkembangan ketinggian udara. Namun, sejumlah keluarga juga mulai bersiap jika sewaktu-waktu harus mengungsi.
Subagyo mengakui wilayah RW 04 memang termasuk daerah yang sering terdampak banjir saat curah hujan tinggi. Kondisi geografis yang berada di dekat aliran sungai membuat kawasan tersebut rentan terhadap luapan udara.
“Itu memang langganan. Kalau banjir pasti mereka terdampak dan ini hanya terjadi di satu RW saja, yaitu RW 4,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyebut banjir yang terjadi kali ini merupakan yang pertama sepanjang tahun ini.
“Untuk tahun ini, ini pertama kalinya kita mengalami banjir,” tambahnya.
Baca Juga: Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun, Industri Musik Indonesia Berduka
Hingga Minggu pagi, warga terdampak banjir di RW 04 Cipinang Melayu belum menerima bantuan dari pemerintah daerah. Menurut Subagyo, biasanya bantuan baru akan datang setelah proses pendataan warga terdampak selesai dilakukan.
Terlebih lagi jika terdapat warga yang harus mengungsi ke tempat penampungan sementara.
“Biasanya bantuan datang setelah ada pendataan dan kalau sudah ada warga yang mengungsi,” jelasnya.
Sementara itu, pengurus wilayah setempat terus memantau kondisi di lapangan, termasuk menyiapkan kemungkinan pembukaan lokasi pengungsian jika ketinggian udara terus meningkat.
Baca Juga: Katat! Ini Syarat Lengkap Daftar UTBK SNBT 2026 yang Wajib Dipenuhi
Saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut. Beberapa warga juga mulai memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan akibat terendam udara.
Para pengurus lingkungan RW dan RT juga terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan situasi banjir, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Warga berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga penampungan air dapat surut lebih cepat.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah DKI Jakarta berpotensi mengalami hujan ringan hingga hujan disertai petir sepanjang Minggu.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir juga terjadi di sejumlah wilayah lain di ibu kota.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan hingga Minggu terdapat puluhan RT yang terendam banjir.
Banjir terjadi akibat hujan deras di Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu hingga Minggu, ujarnya.
BPBD mencatat setidaknya terdapat 39 RT dan 13 ruas jalan di Jakarta yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dalam dua hari terakhir.
Pemerintah daerah bersama petugas terkait kini terus melakukan pemantauan dan penanganan banjir, termasuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat proses penanganan di berbagai wilayah terdampak.
Editor : Agung Sedana