Menjelang pertandingan yang digelar Selasa, Dembele menyatakan dirinya berada dalam kondisi yang jauh lebih siap setelah sempat diganggu cedera sepanjang musim.
Ia juga berambisi kembali mencuri perhatian seperti musim lalu ketika membantu PSG meraih gelar Liga Champions pertama mereka serta memenangkan penghargaan individu paling prestisius di dunia sepak bola, Ballon d'Or.
“Saya semakin bertekad untuk memenangkan trofi lain bersama PSG,” kata Dembele dalam konferensi pers, sehari sebelum pertandingan.
“Tahun ini juga merupakan tahun Piala Dunia dan saya sangat termotivasi. Saya memang sempat mengalami beberapa cedera, tetapi sekarang saya ingin membuktikan diri.”
Cedera Mengganggu Musim Dembele
Sepanjang musim ini, pemain tim nasional Prancis tersebut harus absen dalam 14 pertandingan akibat cedera betis dan hamstring. Bahkan dalam beberapa laga lain, ia terpaksa meninggalkan lapangan lebih awal karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.
Namun, tanda kebangkitan Dembele terlihat jelas pada leg pertama pekan lalu. Dalam kemenangan telak 5-2 PSG, ia mencetak gol solo spektakuler setelah berlari dari garis tengah lapangan sebelum menaklukkan pertahanan lawan. Gol tersebut mengingatkan publik pada performa luar biasanya musim lalu ketika ia mencetak 35 gol, rekor terbaik dalam kariernya.
“Saya senang banyak menyentuh bola,” ujar Dembele.
“Saya suka bergerak mencari ruang dan melakukan banyak lari tanpa bola. Untuk memainkan peran ini, Anda harus berada dalam kondisi 100 persen. Target saya selalu mencetak gol atau memberikan assist di setiap pertandingan.”
Luis Enrique Tetap Waspada
Meski PSG unggul agregat tiga gol atas Chelsea, pelatih Luis Enrique menolak untuk merasa aman. Menurutnya, Liga Champions selalu penuh kejutan dan keunggulan besar tidak menjamin kelolosan.
Ia mencontohkan beberapa tim lain yang juga berada dalam situasi tertinggal tiga gol seperti Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Sporting CP.
“Ada empat tim yang tertinggal tiga gol. Kita lihat nanti berapa yang bisa lolos,” ujar Luis Enrique.
“Di Liga Champions mustahil untuk bersantai. Chelsea tetap akan memiliki peluang.”
Pelatih asal Spanyol itu juga mengingatkan pengalaman pahit PSG musim lalu saat hampir tersingkir oleh Aston Villa di perempat final. Saat itu PSG menang 3-1 di leg pertama dan sempat unggul 2-0 pada leg kedua, namun akhirnya harus bertahan mati-matian setelah tertinggal 3-2 sebelum akhirnya lolos secara dramatis.
“Itu contoh nyata apa yang bisa terjadi dalam pertandingan sepak bola,” kata Luis Enrique.
Mental Tangguh Jadi Kunci
Dembele percaya timnya memiliki mentalitas yang cukup kuat untuk menghadapi tekanan jika Chelsea mencoba melakukan comeback.
“Pelatih menggunakan kata ‘resiliensi’, dan itu memang menggambarkan tim kami,” ujarnya.
“Di kompetisi ini Anda harus siap menderita. Semua tim yang pernah memenangkannya pasti pernah melewati momen sulit, seperti yang kami alami saat melawan Aston Villa dan Arsenal FC musim lalu.”
Meski begitu, Dembele menegaskan PSG tidak akan bermain terlalu defensif hanya untuk mempertahankan keunggulan.
“Kami tidak bisa hanya bertahan di area 15–20 meter dari gawang sendiri,” katanya.
“Mentalitas kami selalu untuk memenangkan pertandingan.”
Persaingan Ketat di Lini Serang PSG
Salah satu tantangan bagi Luis Enrique justru datang dari kedalaman skuad PSG yang dipenuhi pemain bintang. Dembele hampir pasti menjadi starter, tetapi sang pelatih masih harus menentukan siapa yang melengkapi lini depan.
Beberapa nama yang bersaing antara lain Khvicha Kvaratskhelia, Desire Doue, dan Bradley Barcola
Kvaratskhelia tampil luar biasa sebagai pemain pengganti pada leg pertama dengan mencetak dua gol dan memberikan assist kepada Vitinha. Gol-gol tersebut membuat PSG menjauh setelah sebelumnya pertandingan berlangsung ketat.
Kesalahan fatal penjaga gawang Chelsea, Filip Jorgensen, pada menit ke-74 membuka jalan bagi PSG untuk mengambil alih momentum sebelum akhirnya memperbesar keunggulan lewat dua gol Kvaratskhelia.
Gol pertamanya tercipta lewat aksi individu impresif dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan melengkung keras yang tak mampu dihentikan kiper lawan.
Meski Kvaratskhelia lebih nyaman bermain di sisi kiri, posisi tersebut saat ini ditempati oleh Barcola yang sedang berada dalam performa terbaiknya.
“Banyak pemain kami yang bisa bertukar posisi,” kata Dembele.
“Pelatih menyukai pemain yang mampu memainkan berbagai peran di lapangan.” (*)
Editor : Niklaas Andries