RADARSITUBONDO.ID - Zainullah, Direktur Bumdesma Abadi Djaya, Kapongan dikeluhkan kelompok. Sebab mereka merasa dirugikan karena Insentif Pengembalian Tepat waktu (IPTW) tidak dicairkan. Selain itu, juga tidak ada pengundian Kupon selama dua tahun lebih.
Ketua pengajian 1 dari kelompok Bumdesma Abadi Jaya, Imroatus, menegaskan, sejak kepemimpinan Zainullah, badan usaha sudah tidak lancar. Banyak kejanggalan yang menjadi pertanyaan dari kelompok Bumdesma Kapongan. Salah satunya tidak tidak ada pengundian kupon selama dua tahun.
“Saya ini sudah menjadi kelompok sejak tahun 2004, baru merasa tidak nyaman saat dipimpin oleh Direktur yang sekarang. Zainullah kan menjabat sejak tahun 2023. Sebelum itu lancar-lancar saja,” kata Imroatus, Selasa (1/4).
Selain itu, salah satu ketua kelompok yang enggan namanya disebutkan dalam pemberitaan juga menerangkan, seharusnya kelompok yang tertib setiap tahun medapat kupon. Namun saat ini sudah tidak pernah ada undian kupon. Padahal, itu adalah hak kelompok. “IPTW juga tidak dicairkan selama dua tahun lebih, dan ini meresahkan semua kelompok,” katanya.
Yang paling parah, sejak tahun 2023 hingga tahun 2026 tidak pernah ada musyawarah antar kelompok. Zainullah cenderung bertindak semaunya sendiri tanpa ada koordinasi dengan bawahan yang ikut menanggung tanggung jawab Bumdesma.
“Sebelum Zainullah, satu bulan ada rapat kelembagaan yang dihadiri pengawas, pelaksana operasional dengan BKAD. Ada juga rapat mendesak jika terjadi persolan di kelembagaan. Ada juga rapat wajib internal satu tahun sekali. sekarang tidak dilakukan,” katanya.
Dampak tidak adanya musyawarah dan evaluasi kepengurusan terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan. Diantaranya banyak uang yang tidak diketahui penggunaannya. Namun untuk rinciannya masih dalam tahap penghitungan.
“Bumdesma seakan-akan dikuasai secara pribadi oleh Zainullah. Contohnya mobiil milik Bumdesma sudah bertahun-tahun ada di rumah Zainullah. Jadi karyawan Bumdesma bingung cari mobil saat ada kebutuhan,” katanya.
Direktur Bumdesma, Zainul saat dihubungi belum bisa memberi keterangan. Dia mengaku masih mengikuti rapat di Kantor Bumdesma.
“Saya masih mengikuti rapat, nanti bisa dihubungi kembali,” katanya, singat. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono