RADARSITUBONDO.ID - SPBU Kapongan viral di media sosial, diduga akibat tidak memberi BBM jenis pertalit terhadap pengemudi mobil, Mukhlas, 55, warga Desa Landangan Kecamatan Kapongan. Padahal saat dia ingin mengisi BBM, karyawan SPBU sibuk melayani para pengimbal BBM.
Mukhlas mengatakan, oknum SPBU Kapongan, perlu diberi teguran agar tidak menyepelekan pembeli. Sebab pada saat dia ingin mengisi BBM jenis pertalite tidak dilayani dengan benar oleh pihak SPBU.
“Hari senin lalu (30/3) sekitar habis Subuh saya masuk ke SPBU untuk isi BBM, terus karyawannya bilang pertalit sudah kosong. Harusnya kalau memang kosong ada palang sebagai kode bahwa pertalite kosong. Saat itu tidak ada, makanya saya masuk,” ujar Muklas, Rabu (1/4).
Diakui, dirinya tidak diberi pertalite sangat kecewa. Betapa tidak, pada saat yang bersamaan cukup banyak pengimbal yang mengisi pertalite tetap dilayani. Padahal pengimbal lebih banyak dalam melakukan pengisian dibanding mobilnya.
“Saya bawa mobil bukan mau mengimbal pertalite, tapi saya berangkat pagi mau belanja. Terus saat mau ngisi pertalite malah tidak dikasi dengan alasan sudah habis,” ujar Muklas.
Untuk memberi teguran terhadap karyawan SPBU Kapongan, Mukhlas mengabadikan momen dengan mengambil gambar video. Yang direkam adalah pengimbal dan karyawan yang mengisi pertalite.
“Sudah saya video dan saya viralkanal di grup Facebook, biar itu jadi pembelajaran. Mungkin atasannya biar tahu. Harapan saya biar dibenahi pelayanan yang kurang baik tersebut,” tegas Mukhlas.
Saat diunggah di Facebook ternyata tidak sedikit yang mengisi kolom komentar dan mengeluhkan pelayanan SPBU Kapongan.
“Sejak saya menviralkan belum ada pihak SPBU kapongan yang ngubungi atau menegur saya. Meskipun ditegur saya tidak takut. Yang pasti yang mengeluhkan bukan hanya saya, tapi banyak,” tutup Mukhlas.
Supervisor SPBU Kapongan, Sugik, menerangkan, bahwa saat pengendara mobil mau mengisi pertalite, stoknya sudah habis. Itupun pengendara sopir sudah mengisi pertamax. Untuk pengimbal motor juga tidak dilayani, kerena stoknya memang habis.
“Sekarang pengiriman memang tersendat-sendat, jadi kami sudah bilang sama pengemudi mobil itu, kalau pertalit sudah habis,” tutup Sugik. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono